Warga Tionghoa: Kami Hadir untuk Berbagi

0
226

SIGI – Kemanusiaan itu tak mengenal suku, ras dan agama. Ia muncul secara alamiah dari nurani yang terdalam. Tanpa sekat atau linimasa tertentu. Pemandangan ini terlihat pada Minggu 5 Mei 2019, di salah satu titik pengungsian di Dusun Dua Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan – Sigi.

Puluhan warga Tionghoa di Palu menyambangi saudara-saudaranya di Desa Bangga yang dihantam musibah banjir Minggu 28 April 2019 lalu. Di wilayah ujung selatan Kecamatan Dolo Sigi, para tokoh Tionghoa tampak antusias mendengarkan testimoni korban banjir bandang di desa itu.

Sedangkan tokoh tokoh perempuannya, seperti Suryawati Hosari – mantan anggota DPRD Sulteng dari PDS, dari atas truk sibuk membagi-bagikan peralatan dapur seperti periuk menanak nasi, sendok, piring dan wajan. Sesekali eksportir kakao di Sulteng itu tampak mengelap keringat yang mengucur dari balik uniform bertuliskan Inti Sulteng, akronim dari Perhimpunan Tionghoa Sulawesi Tengah Indonesia.

Sebenarnya tak hanya perlengkapan dapur yang disumbangkan. Busana anak dan dewasa serta pokok bayi ikut pula dibagi-bagikan kepada warga Bangga. ”Kita membagikan satu set peralatan dapur karena assesment kita rumah mereka rata dengan tanah. Jadi kemungkinan alat dapur mereka ikut tertimbun,” jelas Rudy Wijaya – Ketua INTI Sulteng.

Rudy mengatakan, kepedulian kepada saudara-saudara yang terkena musibah memang menjadi prioritas Inti Sulteng. Pada gempa Pasigala, pihaknya juga mengucurkan bantuan untuk warga di sejumlah wilayah.

Bagi warga Bangga, bantuan peralatan dapur sangat dibutuhkan. ”Kita mau puasa, rumah habis, belanga dan piring tidak ada lagi. Beruntung ada bantuan ini,” ungkap Ibu Murni (53) tahun ditemui di tenda miliknya. Beruntung kata dia, kompor gasnya masih bisa diselamatkan. Ibu Murni sendiri, rumahnya sudah tertimbun tanah. Ia hanya bisa menyelamatkan seng dan kerangka rumah untuk membangun pondok sementara yang berjarakn 300-an meter dari rumahnya terdahulu.

Selain para tokoh Tionghoa, terlihat pula, Karman Karim SH, pebisnis Mintarto Gunawan dan sejumlah tokoh Tionghoa lainnya. Warga Tionghoa ungkap Suryawati Hosari akan tetap bersama warga, siapa pun dia, yang membutuhkan uluran tangan. ”Selagi kamu mampu dan bisa, kami ingin berada di sekeliling warga Sulteng yang tertimpa musibah. Ini adalah misi sosial kami. Kami hadir bersama mereka untuk berbagi,” tutupnya ***

Penulis: Yardin Hasan
Foto: Tasman Banto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini