Warga Mamboro Inisiasi Budidaya Terumbu Karang

0
224

PALU – Sejumlah warga di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, bersama pegiat Arsitek Komunitas (Arkom) menginisiasi budidaya terumbu karang dengan cara transplantasi.

Hal ini dilakukan untuk mengembalikan ekosistem bawah laut yang rusak akibat gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, 28 September 2018 lalu.

Proses pembuatan wadah terumbu karang sendiri mulai dilakukan warga pada Rabu, 17 Juli 2019 pagi.

Pembuatan mal atau cetakan yang akan menjadi tempat transplantasi terumbu karang di pantai Mamboro dilakukan warga bersama sukarelawan Arkom Palu, yang selama ini mendampingi warga pascabencana.

Sebanyak 29 media tumbuh terumbu karang dibuat, dengan bahan papan, besi, pipa, semen dan pasir, yang sebagian di antaranya merupakan bahan-bahan bekas yang dikumpulkan warga, dari serakan sisa bencana.

Warga menargetkan bisa membuat lebih dari seratus wadah seperti ini, sebelum meletakkannya di laut yang rencananya akan dilakukan pada 21 Juli mendatang.

Bobi salah satu penyintas Mamboro mengatakan, pada tahun 2014 pantai di Kelurahan Mamboro merupakan kawasan konservasi terumbu karang yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Palu. Namun, pascabencana tsunami terumbu karangnya telah rusak.

Menurutnya, rusaknya ekosistem ini kata dia, diakui warga membuat hasil tangkapan ikan mereka berkurang drastis. Untuk itu, mereka berharap terumbu karang yang dibudidayakan tersebut akan tumbuh dan berkembang.

“Jika terumbu karang ini tumbuh dan berkembang dengan baik maka dapat menjadi rumah bagi ikan-ikan. Dengan demikian perekonomian nelayan disini akan meningkat,” harapnya.

Upaya menumbuhkan terumbu karang ini juga kata Bobi, diharapkan warga dapat menjadi pelindung wilayah mereka dari ombak dan sebagai bagian dari mitigasi bencana. Tidak hanya karang, warga di lokasi ini juga merencanakan pembuatan vegetasi mangrove dan padang lamun.

Upaya mitigasi secara mandiri ini menurutnya, juga dilakukan warga, sebagai bukti kepedulian mereka terhadap lingkungan laut yang secara langsung juga mempengaruhi hidup mereka.

Ia mengisahkan dahulu ditempat ini banyak tumbuh terumbu karang, saya juga sempat tanam. Tapi sekarang habis disapu tsunami. Makanya kami di sini inisiatif tumbuhkan lagi.

“Hari ini kami baru membuat medianya dulu, nanti kalau sudah banyak, baru kita taruh di laut.” tutup Bobi.

Penulis : Jefrianto/siaran pers
Foto : DOK ARKOM
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini