Warga Jono Oge Rayakan Natal di Gereja Sementara

0
332
KHOTBAH NATAL - Pendeta Olga Walangitan mengajak anggota jemaatnya menjadi sahabat bagi semua orang, saat ibadah natal Selasa 24 Desember 2019 (foto: Aldrim Thalara)

PALU – Ini adalah tahun kedua perayaan natal bagi warga korban likuifaksi di Jono Oge. Warga Desa Jono Oge yang tergabung dalam Jemaat Gereja Protestan Indonesia Donggala, Patmos merayakan ibadah malam natal di Desa Sidera, kecamatana Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Seperti halnya ibadah Natal 24 Desember 2018 lalu, perayaan kali ini masih berlangsung di bangunan gereja sementara. Setahun berlalu, warga Jemaat Patmos yang umumnya adalah korban likuifaksi di Desa Jono Oge, belum mempunyai gereja permanen untuk kegiatan ibadah.

Walau berlangsung di bangunan sederhana, namun tidak mengurangi kekhusyukan anggota jemaat memeringati hari kelahiran Juru Selamat, Yesus Kristus itu. Dimulai pada pukul 17.30 Waktu Indonesia Tengah, ibadah malam natal berjalan lancar. Ratusan jemaat dengan khidmat melaksanakan satu persatu liturgi hingga ibadah rampung.

NYALAKAN LILIN – Pendeta Olga Walangitan menyalakan lilin pada ibadah natal Jemaat Patmos di Desa Sidera, Selasa 24 Desember 2019 (foto: Aldrim Thalara)

Pada musibah bencana lalu, mayoritas anggota jemaat menjadi korban. Banyak yang kehilangan sanak keluarga, rumah dan perkebunan sebagai mata pencaharian utama mereka. Salah satunya Natola Laoli, ayah dari tiga orang anak ini harus rela merayakan natal tanpa istrinya. Hingga sekarang jenazah istrinya tidak ditemukan Bersama keponakannya saat bencana terjadi. Meski demikian Natola mengaku sudah ikhlas dan berserah pada Tuhan, atas kurangnya satu anggota keluarganya.

“yang jelas keluarga hilang. Istri hilang dengan keponakan. Dua-duanya tidak didapat jenazahnya. Dampaknya bagi pribadi saya dan anak-anak adalah mental. Tetapi syukurlah saya dan anak-anak mampu itu juga berkat dukungan Jemaat Patmos dan doa pihak lainnya.” ungkap Natola.

Natal tahun ini pun dirayakan sederhana tanpa kemeriahan saat sebelum bencana. ”semangat dalam melaksankan natal tetapi memaknai justru lebih dengan adanya bencana ini kami lebih dekat dengan Tuhan” Jelas Natola.

KHIDMAT – Korban bencana likuefaksi Jono’oge rayakan malam natal di gereja sementara, Selasa 24 Desember 2019 (foto: Aldrim Thalara)

Ketua jemaat Patmos Jono Oge yang juga bertugas sebagai pemimpin ibadah malam natal 24 desember ini memberi pesan dalam khotbanya, agar jemaat mau menjadi sahabat bagi semua orang dengan meneladani Yesus yang lahir sebagai juru selamat. “makna yang paling penting saat pasca bencana ini, saya mengajak seluruh jemaat menjadi lebih dari sahabat untuk semua orang”. Jelas Pendeta Olga Walangitan.

Jemaat GPID Patmos tercatat sekitar 73 kepala keluarga atau sekitar 170 an jiwa. Namun saat bencana pada 28 september 2018 silam, ada lima jemaatnya menjadi korban hilang dan meninggal dunia. D tambah lagi bangunan gereja pun ikut hancur akibat likuefaksi. ***

Penulis   : Aldrim Thalara
Editor     : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini