Warga Desa Boladangko Menuai Manfaat Menanam Sayuran

0
150

PALU – Para penerima manfaat benih sayur di Desa Boladangko mulai merasakan hasil jerih payah mereka. Konsorsium Emergency Response Capacity Building (ERCB) membagikan berbagai jenis bibit sayuran, seperti sawi, kangkung, terong, lombok, daun bawang, dan tomat.

Sejak awal bulan Maret lalu, selain mendapatkan bibit-bibit tersebut, para penerima manfaat di desa tersebut mendapatkan pelatihan untuk bagaimana melakukan penyemaian bibit, penyiapan lahan, hingga pembuatan pupuk organik.

Darianto dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) sebagai fasilitator program ini mengatakan pelatihan itu dilakukan agar hasil yang didapatkan bisa maksimal.

Selain itu, pembuatan serta penggunaan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan akan pupuk kimia dan mencegah kerusakan unsur dalam tanah.

“Salah satu tujuan dari program ini adalah pemanfaatan lahan terbatas di sekitar pekarangan rumah,”ujarnya.

Tidak hanya itu, sebagai bagian dari penguatan penghidupan, dengan menanam sayur-sayuran tadi, para penerima manfaat tidak perlu lagi membeli sayuran untuk memenuhi kebutuhan mereka dan anggota keluarga mereka.

Jika nantinya terus berkembang, kata dia, maka akan menjadi sumber tambahan pendapatan bagi mereka dengan menjual hasil tanam mereka.

Untuk proses tanam, para penerima manfaat diberi pengetahuan untuk menyiapkan bibitnya terlebih dahulu.
Pertama, merendam benih dengan air hangat minimal selama 3 jam. Hal tersebut dilakukan untuk merangsang benih agar segera tumbuh serta menghentikan masa dormansi benih tersebut.

Ia menjelaskan, masa dormansi adalah masa dimana benih-benih tersebut stagnan atau tidur. Selanjutnya, dilakukanlah proses seleksi.

Benih yang terapung menandakan bahwa benih tersebut kurang baik kualitasnya, sehingga lebih baik tidak digunakan. Benih-benih tersebut kemudian ditiriskan dan diperam selama 3 hari.

Agar tetap lembab, benih diletakkan di atas kertas dan kemudian dimasukkan toples atau wadah lain. “Setelah tiga hari akan muncul calon akar. Itu tandanya sudah siap untuk disemai di lahan,” katanya.

Namun ada juga benih-benih yang hanya melalui proses rendam dan kemudian langsung ditabur di lahan persemaian.

Proses-proses yang disebutkan sebelumnya tersebut untuk lebih memastikan bahwa benih-benih akan tumbuh seragam dan dalam waktu yang lebih cepat.

Setelah benih ditebar, kemudian ditutup menggunakan daun rumbia atau penutup yg lain. Tujuannya adalah untuk melindungi dari hujan deras agar benih tidak hilang dan panas terik matahari untuk menjaga kelembabannya.

Untuk kelengkapan di tiap lahan persemaian, disediakan kain waring untuk pagar, paranet, gembor, hand sprayer, cangkul kecil, garu kecil, dan ember. Terdapat tiga lahan persemaian untuk masing-masing dusun di Desa Boladangko tersebut.

“Namun ada juga yang disemaikan di rumah-rumah para penerima manfaat,” kata Darianto.

Sampai dengan bulan Juni ini, para penerima manfaat sudah menikmati hasil panen kebun sayur mereka lebih dari sekali. Walaupun belum sampai untuk menambah pendapatan keluarga dengan menjual hasil panen, namun setidaknya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari akan sayur.

“Mereka tidak tergantung lagi untuk membeli (sayuran) sehingga uangnya dapat ditabung,” terangnya.

Sebagai informasi ERCB berencana akan melanjutkan program ini pada fase program selanjutnya. (mdk)

Sumber artikel dan foto : Buletin Emergency Response Capacity Building (ERCB)
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini