Wali Kota Surabaya Sarankan Mangrove Untuk Halau Tsunami

0
517

PALU – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyarankan Pemkot Palu untuk menanam mangrove di pesisir teluk sebagai upaya pengurangan resiko gelombang abrasi maupun gelombang tsunami.

Saran ia sampaikan langsung kepada Wali Kota Palu Hidayat dalam kunjungannya ke Kota Palu, Rabu 19 Juni 2019 di ruang kerja Wali Kota Palu.

Risma datang bersama perwakilan organisasi kota se Asia Pasific (UCLG Aspac) dan Cites United Francis (CUF).

Menurut dia, penanaman mangrove pernah ia terapkan untuk mengatasi gelombang abrasi pada salahsatu daerah di Surabaya. Daerah tersebut kerap terdampak gelombang abrasi yang menyebabkan rusaknya peralatan melalui para nelayan.

“Dampaknya apa bagi pemerintah saat itu? Kita selalu memberi bantuan peralatan,”kata Risma.

Namun kemudian sebut dia, masalah demikian ternyata bisa selesai dengan menanami kawasan pesisir daerah tersebut dengan mangrove dari jenis Cemara udang. Alhasil kata dia, dampak gelombang abrasi perlahan teratasi. Sehingga kemudian pemerintah tidak lagi terus menerus membantu peralatan nelayan.

“Cemara udang atau mangrove. Jadi kitq tidak bantu lagi nelayan yang sewaktu gelombang sering merusak peralatan nelayan. Makanya lebih baik kembali ke alam,”ujarnya.

Akan tetapi tambah Risma, penanaman mangrove pun tidak perlu dilakukan di sepanjang pesisir. Artinya jika ada areal yang tidak berpotensi terdampak gelombang, maka mangrove boleh dikesampingkan.

“Karena ada penelitian tentang jenis jenis mangrove yang cocok dikembangkan di kawasan kawasan pantai tertentu,”jelasnya.

Selain itu Risma dalam kunjungannya itu juga menyarankan Pemkot Palu mengembangkan embung sebagai resapan air untuk mengurangi dampak banjir. Sebagaimana yang telah ia lakukan di Surabaya untuk mengatasi banjir.

“Dulu banyak wilayah yang sering banjir. Tapi begitu saya menjabat saya perbanyak embun atau spon. Dan masyarakat senang akan hal itu karena memang sekarang tidak banjir lagi,”bebernya.

Kedatangan Risma di Kota Palu untuk meninjau realisasi bantuan Pemkot Surabaya di Kota Palu.
Adapun jumlah bantuan masyarakat Surabaya untuk bencana di Palu, Sigi dan Donggala sebesar Rp3.719.594.532.

Kunjungannya ke Kota Palu menurut Risma juga untuk menggali informasi mengenai kebutuhan Pemkot Palu dalam proses pemilihan bencana.

Menyusul adanya rencana pemberian bantuan dari pihak Francis dalam organisasi CUF.

“Ya kita kaji dan cari informasi dulu apa saja yang perlu mereka bantu,”pungkasnya.

Bantuan ke Kota Palu antara lain berupa pembangunan pasar Pomade senilai Rp1.114.506.000 seluas 500m² di Kelurahan Baia Kecamatan Tawaely.

Bangunan sentra UKM senilai Rp545.666.000 di Kelurahan Alias Kecamatan Mantikulore.

11 unit Hunian tetap (Huntap) typ3 36 senilai Rp659.993.840 dengan ukuran 6x6m² di Kelurahan Tondo. Dalam masa tanggap darurat Pemkot Surabaya juga mengirimkan tim tanggap bencana sebanyak 66 orang sejak Oktober sampai dengan November 2018.***

Penulis: Hamdi Anwar
Foto: Hamdi Anwar
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini