Wali kota Minta Pencurian Tiang Dermaga Tua Limbuo Diusut

0
119

PALU – Walikota Palu memerintahkan Polisi Pamongpraja untuk memeriksa semua pembeli besi tua di Kota Palu untuk memastikan aksi pencurian material bangunan pasca bencana. Termasuk aksi pencurian besi bekas dermaga tua Lumbuo, Jalan Komodo.

“Saya sudah perintahkan Satpol PP untuk menelusuri dan juga meminta kepada Polres Palu untuk memproses hingga tuntas pelaku sekaligus penadahnya.,” kata Walikota Palu Hidayat, Senin, 8 April 2019 di Palu.

Menurut Hidayat, mestinya kita sebagai masyarakat Kota Palu bisa menjaga dan melindungi aset maupun penanda sejarah pascabencana, bukan sebaliknya menghancurkan.

Sementara untuk hunian tetap, Walikota Palu Hidayat bersama perwakilan Yayasan Alkhair Indonesia membahas rencana pembangunan hunian tetap untuk korban bencana.

Dalam pertemuan tereebut, pemerintah Kota Palu menyiapkan lahan 14,5 hektar di Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Yayasan Alkhair berniat membangun 400 unit hunian tetap dilengkapi fasilitas umum dan sosial.

Perwakilan Yayasan Alkhair Indonesia Harsono mengatakan pihaknya aman membangun hunian tetap dengan tipe 36 dengan material tahan gempa dan tetap mengedepankan kenyamanan bagi penghuninya.

Dinas Pariwisata Kota Palu juga menyayangkan tindakan pengrusakan situs sejarah tiang pancang dermaga bersejarah tersebut. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kota Palu, Nukman Lawenga, Senin (8/4/2019), mengaku terkejut dengan kabar tersebut. Dirinya menyayangkan tindakan tidak terpuji tersebut, dilakukan pada sebuah situs sejarah di Kota Palu.

Menindaklanjuti hal tersebut, Nukman mengaku akan menghubungi pihak Kelurahan Talise, sebagai lokasi di mana situs sejarah tersebut berada, agar bisa mensosialisasikn salah satu situs sejarah tersebut kepada masyarakatnya. Hal ini kata dia, dilakukan dengan harapan agar kedepannya, tidak ada lagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mengambil tiang pancang yang masih tersisa.

Apakah Dinas Pariwisata Kota Palu memiliki rencana menetapkan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi destinasi wisata edukasi kebencanaan pasca bencana 28 September 2019, Nukman mengatakan, saat musrenbang kelurahan, ada beberapa objek wisata baru akibat bencana lalu, yang diusulkan untuk dijadikan destinasi baru. Salah satunya situs tiang pancang dermaga tersebut.

KETERANGAN – Salah satu tiang pancang yang telah dipotong oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Nampak bekas seperti bekas terbakar pada sisa tiang pancang yang dipotong.

Koordinator Komunitas Historia Sulawesi Tengah (KHST), Moh Herianto mengatakan, situs sejarah tiang pancang dermaga pelabuhan Limbuo tersebut, sebenarnya sudah diusulkan oleh KHST untuk menjadi destinasi wisata sejarah, pada saat pelaksanaan musrenbang inklusi dan forum OPD Pemkot Palu, beberapa waktu lalu.

KHST sendiri kata Anto, sapaan akrabnya, menyayangkan aksi pengrusakan tersebut. KHST kata dia, siap terlibat aktif dalam upaya menjaga situs sejarah tersebut, agar tidak lagi diusik tangan-tangan jahil. ***

Penulis: Pataruddin & Jefrianto
Foto: Jefrianto
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini