Walhi Serahkan Bantuan untuk Pelajar Sigi

0
166

SIGI — Senyum merekah di bibir Riski Rahmania saat menerima bantuan perlengkapan sekolah dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Tengah, Senin, 15 Juli 2019 di areal pasar Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi,

Hingga penyerahan selesai dilakukan, bocah berusia sembilan tahun ini, tidak berhenti melempar senyuman sambil menenteng paket bantuan berisi seragam sekolah, tas dan alat tulis.

“Saya senang sekali dapat seragam dan buku tulis,” ujar Riski sambil tersipu malu.

Rona bahagia yang merekah dari wajah Rizki, juga terlihat pada 338 anak lainnya yang juga menerima bantuan serupa. Para orang tua yang hadir mendampingi anaknya dalam penyerahan bantuan pun tak kalah bahagia.

“Kami bersyukur dapat bantuan ini, apalagi sekarang kan pas masuk tahun ajaran baru. Bantuan itu memang sangat dibutuhkan,” ujar Rahmi (30), ibu kandung Riski.

Usai menyerahkan bantuan, Direktur Eksekutif Walhi Nur Hidayati mengatakan agenda penyerahan bantuan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kerja-kerja pendampingan dan pemulihan pascabencana di Desa Rogo.

Adapun paket perlengkapan sekolah yang dibagikan total berjumlah 339 paket, di mana sekitar 180-an paket di antaranya diperuntukkan untuk anak usia sekolah SD dan sisanya diperuntukkan untuk anak usia SMP dan SMA.

“Jadi distribusi bantuan perlengkapan sekolah ini, akan dilakukan dalam dua tahap,” katanya.

Ia berharap semoga bantuan ini dapat meningkatkan semangat adik-adik usia sekolah di Desa Rogo untuk terus sekolah, turut menjaga alam, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Ditempat yang sama Camat Dolo Selatan, Abd Jalil, bersama Kepala Desa Rogo, Fuad Hudin, memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan Walhi Sulteng.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian besar yang diberikan Walhi Sulteng kepada masyarakat Desa Rogo,” ucap Jalil.

Ia mengisahkan pascabencana 28 September 2018 lalu, irigasi yang ada di desa ini tidak mampu lagi mengaliri sawah-sawah warga. Sehingga sawah tidak dapat berproduksi. Sejak itu warga kehilangan mata pencaharian.

Keluhan yang sama juga diutarakan Minuria (45) ketua kelompok wanita binaan Walhi Sulteng di Desa Rogo, menurutnya akibat irigasi rusak sawah mereka yang bergantung pada aliran air dari irigasi tersebut, kini menganggur.

“Beruntung Walhi Sulteng datang melakukan pendampingan dengan program livelihood, yang membantu pemulihan ekonomi para wanita penyintas,” ujar. wanita paruh baya ini.

Kata dia, lewat bantuan Walhi, pihaknya dan belasan ibu-ibu penyintas lainnya didampingi untuk mengolah lahan pertanian dengan ditanami jagung.

Jika dulu mereka hanya berharap dari hasil menggarap lahan dan mengumpulkan kelapa yang jatuh bersama para lelaki. Sekarang mereka sudah bisa menggarap lahan sendiri secara berkelompok.

Minuria mengatakan, hasil dari menanam jagung, yang mereka garap sejak enam bulan lalu ini, cukup membantu menopang perekonomian keluarga, terutama bagi ibu-ibu yang memiliki anak usia sekolah.

Pihaknya berharap, Walhi Sulteng dapat terus mendampingi proses pemulihan ekonomi mereka, apalagi sekarang mereka tengah menggeluti program baru, yakni menanam sayur-sayuran.

Direktur Eksekutif Walhi Sulteng, Abd Haris mengatakan, enam bulan pertama, pihaknya membantu lewat program livelihood, dengan penanaman jagung bagi ibu-ibu di Desa Rogo.

“Alhamdulilah, walaupun banyak yang terdampak bencana, namun mereka mampu bangkit dengan cara sendiri,” ujarnya.

Mereka bangkit dengan mengidentifikasi apa yang mereka bisa lakukan. Kemudian dipilihlah tanaman jagung sebagai tanaman yang ditanam untuk jangka pendek, untuk membantu pemulihan ekonomi pascabencana.

Haris menambahkan, dalam pendampingan pemulihan pascabencana di Desa Rogo, pihaknya berupaya agar masyarakat pulih secara bermartabat, dalam artian, penyintas harus bangkit dengan caranya sendiri.

“Mereka juga selalu diajak untuk merumuskan langkah yang akan mereka lakukan untuk bangkit,” tuturnya.

Menurut Haris ada beberapa hal yang tidak bisa mereka lakukan untuk memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat misalnya soal irigasi. Namun kami membawa mereka ke forum warga yang dibentuk, lalu mereka menyampaikan ke level kabupaten, dengan harapan cepat direspon***

Penulis : Jefrianto
Foto . : Jefrianto
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini