Usaha Taplak Meja, Cara Hasmiati Bangkit Usai Bencana

0
350

PALU — Hasmiati(33), duduk depan mesin jahit. jari tangannya begitu lihai memasukkan benang ke jarum kemudian dikaitkan ke mesin jahit. Lalu dimasukkan setiap sudut kain ke sela-sela jarum sambil mengayunkan kakinya di pedal dynamo. Tidak lama kemudian taplak meja cantik telah selesai dibuatnya.

Ibu dari dua anak ini baru saja bangkit membuka usaha jahitnya. Itu setelah semua usaha jahit, binatu, dan bengkel las pagar yang dia kerjakan bersama suaminya Andi Armansyah (33), habis tersapu tsunami, 28 September, silam.

Usaha kecil-kecilan itu, ia buka di Hunian Sementara Mamboro, tempat di mana ia dan keluarganya tinggal saat ini. Hunian sementara itu terletak dilingkungan RT 02/RW02 Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu. Sebelumnya mereka tinggal dekat SPBU Mamboro.

Usaha menjahit ini baru kembali ditekuninya setelah menempati huntara dengan meminjam mesin jahit milik iparnya dan modal dari mertua Rp 1 juta. Modal itu ia gunakan membeli bahan kain.

Menurutnya, sebagai langkah awal, Ia membuat taplak untuk meja plastik. Dalam sehari , ibu dari Arhan (14) dan Andi Muhamad (4,5) ini bisa menyelesaikan jahitan taplak meja sekitar 4 hingga 5 lembar.

Hasil jahitanya ini kemudian dipasarkan di sekitar wilayah Sulawesi Tengah bahkan hingga Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Penjualan keluar daerah terpaksa dilakukannya karena pasaran di Sulawesi Tengah sedikit menurun setelah terjadi bencana.

“Habis bencana kemarin, pasaran di Sulteng sedikit menurun, makanya dijual keluar kota, ” katanya.

Ia menyebutkan saat terjadi tsunami rumah dan seluruh harta bendanya habis disapu tsunami. Padahal sebelum tsunami mereka telah menyetok besi bahan baku pagar dan beberapa pesanan telah selesai dikerja.

“Semua hilang terbawa tsunami, hanya tersisa baju dibadan saja,” kata Anti saapan akrab perempuan kelahiran Kolaka ini.

Ia menyebutkan total kerugian dialami saat itu sekitar Rp100 juta. Dia, berharap pemerintah dapat memberikan modal usaha dan mesin jahit kembali, agar bisa kembali merintis usaha jahitnya yang telah dirintis sejak tahun 2012 silam.

Dirinya ingin merintis usaha jahit seperti dulu dengan modal lebih besar lagi, agar bisa mengembangkan usahanya. Tidak hanya membuat taplak meja ukuran kecil, namun bisa membuat taplak meja dengan ukuran besar, gorden dan lainnya.

“Kalau jualannya variatif pasti banyak orang tertarik membeli. Tapi mewujudkan mimpi itu butuh modal besar.” Ucapnya.[]

Penulis/foto : Ikram
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini