Untuk Ketiga Kali, Huntara Mamboro Disegel Kontraktor

0
496

PALU-Hunian sementara (huntara) Mamboro kembali disegel oleh perusahaan kontruksi, PT Unik Sejahtera Bersama (PT USB), Selasa Siang 24 September 2019. Penyegelan itu dilakukan karena PT USB belum menerima pelunasan biaya pembangunan huntara Mamboro sebesar Rp 300 juta dari PT Pembangunan Perumahan (PT PP).

Aksi penyegelan ini dilakukan oleh sejumlah karyawan PT USB pukul 14.00 WITA. Mereka memasang spanduk di salah satu blok huntara yang secara keseluruhan dihuni oleh 240 kepala keluarga. Salah satu spanduk bertuliskan: “Huntara ini Disegel Sampai PT Pembangunan Menyelesaikan Kewajiban ke PT USB”

Sejumlah penghuni huntara pun menyaksikan aksi tersebut dari balik bilik huntara. Penyegelan seperti ini pernah dilakukan para kontraktor di Huntara Mamboro pada Mei dan Juni 2019.

Humas PT USB, Akbar Bustami kepada wartawan Selasa (24/9/2019) siang mengatakan tindakan penyegelan huntara tersebut sebagai bentuk protes dan kekesalan kepada pihak PT PP yang tidak menepati janji untuk melunasi sisa pembayaran pembangunan huntara untuk korban bencana tsunami di Kelurahan Mamboro tersebut. ‘’Kami sudah kesal dan kecewa pak dijanji-janji tapi kenyataan pihak PT PP tidak menepati janjinya,” kata Akbar, Selasa.

Menurut Akbar, saat ini masih ada sekitar Rp 300 juta lebih dana yang harus diselesaikan perusahaan BUMN tersebut kepada PT USB. Padahal pembangunan Huntara Mamboro telah rampung 100 persen sejak awal 2019.

Meski menyegel huntara, PT USB berjanji tidak mengusir para penghuni huntara tersebut. “Saya juga bagian dari korban bencana dan tentu tidak akan mengusir para penghuni huntara tersebut,” kata dia.

Simas, salah seorang penghuni Huntara Mamboro mengaku hanya bisa pasrah jika diusir oleh pihak PT USB yang melakukan penyegelan. Meski ia juga cemas karena tak punya tempat tinggal lain selain huntara yang ditempati pascabencana lalu. ‘’Saya hanya pasrah pak. Mau diapa kalau kita diusir. Cuman memang kami tidak punya rumah lagi. Rumah kami habis disapu tsunami lalu,’’ kata perempuan paruh baya tersebut.

Namun Simas juga berharap persoalan tersebut bisa segera diselesaikan oleh pihak terkait agar tidak terus terulang.

Huntara Mamboro adalah bagian dari 699 unit huntara yang dibangun oleh Kementerian PUPR untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah. Untuk mengerjakan huntara tersebut, Kementerian PUPR kemudian menunjuk langsung delapan badan usaha milik negara (BUMN), salah satunya PT Pembangunan Perumahan. Anggaran satu unit pembangunan huntara itu mencapai Rp 450 juta.

Kemudian, pada November 2018, PT PP mensubkontrakkan pembangunan Huntara Mamboro itu kepada PT Unik Sejahtera Bersama, sebuah perusahaan kontruksi yang beralamat di Bekasi, Jawa Barat.[]

Reporter : Syamsudin
Editor : Yardin Hasan/Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini