Tujuh Wisata Sulteng akan Dipromosikan di Bali

0
129

BALI – Kementerian Pariwisata RI akan mempromosikan sedikitnya tujuh destinasi terbaik di Sulawesi Tengah kepada pelaku wisata di Pulau Bali. Promosi wisata itu melalui program direct promotion Sulteng Kuat! Sulteng Bangkit!.

Tujuh destinasi itu yakni Togean Underwater, Pulo Dua, Pulau Sombori, Tanjung Karang, dan Air Terjun Saluopa yang keindahan alamnya dianggap eksotis. Ada juga destinasi sejarah sekaligus budaya Keraton Banggai dan Megalith Stones.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani mengungkapkan, program direct promotion itu digulirkan untuk mendukung pemulihan pariwisata Sulawesi Tengah usai bencana 28 September 2018

“Industri pariwisata Sulteng sudah bergerak. Artinya, kawasan ini pun sudah siap menyambut kembali kedatangan wisatawan. Kondisi ini tentu sangat menggembirakan,” katanya, Senin 3 Desember.

Rangkaian program direct promotion Sulteng Kuat! Sulteng Bangkit! akan digulirkan 4-7 Desember 2018. Mereka memilih Bali sebagai start ‘kampanye’. Sedangkan agenda Table Top akan dirilis Kamis (6/12) mulai pukul 14.00 WITA. Lokasi berada di Prime Plaza Hotel & Suites, Jalan Hang Tuah 46, Sanur, Bali.

Menurut dia, Bali dipilih sebagai lokasi berpromosi karena dianggap ideal sebab Bali merupakan destinasi wisata kelas dunia. Wisman dari banyak negara di dunia ada di Bali.

“Kami optimistis, momentum kebangkitan pariwisata Sulteng akan sukses. Informasi kesiapan dan kondisi terakhir di Sulteng akan sampai ke seluruh penjuru dunia,” ujar Giri Adnyani.

Pada 2017, Bali masih menjadi favorit wisata dengan kunjungan wisman terbesar di Indonesia. Jumlahnya mencapai 5,7 Juta atau memiliki porsi 48,2% dari skala nasional. Angka tersebut juga naik 16,32% dari tahun sebelumnya yang mencapai 4,9 Juta.

Program direct promotion Sulteng Kuat! Sulteng Bangkit! melibatkan 13 industri pariwisata. Industri pariwisata dari Sulteng ini berasal dari berbagai latar belakang. Mereka diantaranya, PT Rantelemo Tour, Idola Travel, Agta Mandiri Tour & Travel, Baraqahlindo Tour & Travel, Lea Travel Sombori, hingga AS travel.

“Kehadiran mereka akan mengedukasi publik terkait pariwisata Sulteng saat ini. Kami yakin, mereka itu juga akan membuat deal-deal terbaik untuk menghadirkan kembali wisatawan di Sulteng,” terang Giri Adnyani lagi.

Selain TA/TO itu, ikut bergabung juga Fadhila Cottages, Samson Fishing Charter, Victory Hotel Tentena, dan Tompotika Dive Lodge. Industri pariwisata lainnya adalah Boki Dive & Homestay hingga Kadidiri Paradise, Resort and Dive Center. Industri pariwisata ini didampingi oleh dua orang perwakilan dari Dispar Sulteng.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani, mengatakan, saat ini pariwisata Sulteng sudah mendapatkan momentum kebangkitannya. Pelaku wisata dan pemerintah daerah sudah menata ulang spot terbaik beserta sistemnya.

“Sulteng ini sudah siap dikunjungi. Kondisinya sudah pulih dan aman. Tidak semua destinasi pariwisata di Sulteng ini terpapar bencara beberapa waktu lalu,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengapresiasi program itu. Menurutnya, Kementerian Pariwisata harus bisa memberikan dukungan terbaik pada Sulteng pascabencana.

“Yang jelas, pariwisata Sulteng ini harus pulih secepatnya. Kondisi di Sulteng secara menyeluruh sudah bagus. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitasnya sudah bagus,” katanya.[]

Sumber tulisan : Siaran pers Kementerian Pariwisata
Sumber foto: Saesars di Tripadvisor, Mei 2018
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini