Tim Penyusun RPKB Sigi Dibentuk

0
387

PALU – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ahmad Yani, mengatakan, pembentukan tim penyusun Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) Kabupaten Sigi akan terwujud 29 September 2019 mendatang.

Menurutnya pembentukan tim menjadi salah satu rencana tindak lanjut penyusunan dokumen RPKB Kabupaten Sigi yang di laksanakan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, akhir pekan kemarin.

Pertemuan yang dihadiri oleh lembaga-lembaga pemerintah, non-pemerintah, unsur media, masyarakat sipil, hingga tokoh adat Sigi membahas seputar pembentukan tim penyusun RPKB Sigi.

“Tersusunnya dokumen RPKB ini, merupakan mandat dari Bupati Sigi, dan menjadi harapan kita bersama agar kendala koordinasi saat penanggulangan bencana dapat teratasi dengan keberadaan dokumen ini,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Sri Idawati, menyampaikan keberadaan tim penyusun ini akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati.

Ia berharap, semoga tidak ada pergantian tim sehingga semuanya akan terus terlibat dalam proses penyusunan dokumen RPKB Kabupaten Sigi hingga selesai dan disahkan.

Menurut dia, amanat penyusunan dokumen RPKB beserta SOP-nya termuat dalam UU No. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana pasal 45 bahwa, penyusunan ini sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan untuk memastikan upaya yang cepat dan tepat dalam menghadapi kejadian bencana.

Proses penyusunan dokumen RPKB Sigi dan garis besar isi dokumen dipaparkan oleh Martin Dody Kumoro dari Konsorsium Emergency Response Capacity Building (ERCB). ERCB dalam hal ini memfasilitasi Kabupaten Sigi untuk menyusun dokumen RPKB dan SOP-nya dengan dukungan program Partners for Resilience Indonesia.

Kata dia, proses pembentukan tim dimulai dari bulan Agustus 2019 hingga Desember 2019 mendatang. Bahkan saat pertemuan Sosialisasi RPKB yang sebelumnya muncul semangat dari Kabupaten Sigi untuk dapat menyelesaikan dokumen ini di bulan November 2019.

“Saya berharap isi dari dokumen ini bisa benar-benar lengkap mencerminkan konteks, kondisi, potensi yang ada di Kabupaten Sigi,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif Karsa Institute, Rahmat Saleh, menyampaikan penyusunan dokumen RPKB beserta SOP-nya ini merupakan inisiatif yang baik. Menurutnya hal ini merupakan cara pemerintah dan para pihak dalam mengambil hikmah dari bencana alam yang terjadi sebelumnya.

“Berkaca dari apa yang kita lakukan kemarin, kebanyakan merupakan respon spontan yang pasti ada banyak kekurangan,” kata Rahmat.

Dengan penyusunan RPKB ini, ia berharap respon penanggulangan bencana di Sigi bisa lebih baik. Sehingga dapat mengurangi dampak-dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.

Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan tentang pembagian kelompok dalam proses penyusunan dokumen RPKB di antaranya, pembagian kelompok ini bukan berarti membatasi tim penyusun dalam memberikan masukan, saran, namun hal ini untuk meringankan tim penyusun dalam proses penyusunan agar masing-masing kelompok bisa lebih terarah dalam menyusun dokumen RPKB.

“Perumusan draf dokumen RPKB rencana akan dilakukan selama tiga hari pada tanggal 16-18 September 2019 mendatang dan hasilnya akan di lokakaryakan pada tanggal 23-24 September 2019. (mdk)

Sumber Berita : ERCB
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini