Tiang Bangunan Kuat, Lebih Tahan Gempa

0
143

PALU – Akademisi Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Anwar Dolu, mengatakan, masyarakat di Sulteng ke depannya harus lebih memperhatikan struktur bangunan apabila akan mendirikan hunian. Sebab struktur bangunan yang kuat akan mempengaruhi tingkat kerusakan saat gempa terjadi.

“Apalagi Kota Palu dan sekitarnya merupakan wilayah yang rawan gempa,” kata Anwar Dolu, saat menjadi pemateri dalam diskusi Forum Warga Membaca Bencana yang berlangsung di Rumah Peduli SKP-HAM Sulawesi Tengah, pada Jum’at (14/12) malam.

Menurut Anwar, struktur bangunan akan lebih tahan gempa apabila tiang bangunannya dibuat lebih kuat daripada struktur baloknya. Namun realitasnya, pemahaman di masyarakat justru terbalik. Saat membangun rumah, misalnya, masyarakat cenderung lebih menguatkan struktur balok daripada memperkuat tiang bangunannya.

“Ada kekeliruan dalam memahami bagaimana merancang struktur bangunan yang baik agar tidak mengalami kerusakan signifikan saat diguncang gempa bumi,” kata dia.

Menurut Anwar, konsep memperkokoh struktur balok seperti itu justru tidak akan menguatkan bangunan dari guncangan tanah. Itu terbukti dari banyaknya bangunan yang rusak parah saat gempa melanda 28 September.

“Percuma baloknya kuat tapi kolomnya lemah. Yang ini sekarang terjadi di bangunan-bangunan kita akibat gempa kemarin. Baloknya memang tidak apa-apa tapi di tiangnya retak semua, malah konsep seperti itu tidak ada gunanya,” kata Anwar.

Ia memfilosofikan struktur bangunan seperti anatomi manusia. Ketika manusia berdiri, kaki yang kuat akan tetap menopong badan melemah jatuh. Namun sebaliknya, jika kaki yang lemah maka tubuh kita akan jatuh.

Kondisi dinding bangunan juga tak dapat diabaikan saat mendirikan bangunan. Karena saat gempa terjadi, dinding merupakan komponen penguat agar bangunan tetap berdiri kokoh.

“Saat gempa terjadi, dinding adalah pemikul utama agar bangunan tetap kuat,” dia menjelaskan.

Filosofi struktur bangunan yang dijelaskan tersebut, diilhami dari kejadian gempa bumi dahsyat yang terjadi pada masa lalu. Seperti di gempa Kobe pada 1996 dan gempa di sesar San Andreas.[]

Reporter: Zulrafli Aditya
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini