Terima Dana Santunan, Novianti Teringat Mendiang Suami

0
129

SIGI – Mata Novianti (33) tampak berkaca-kaca. Saat namanya disebut sebagai salah satu penerima dana santunan kematian. Ibu tiga anak ini memperlihatkan ekspresi datar. Wajahnya tampak menyimpan kesedihan. Sesaat sebelum menerima santunan ia masih sempat mengusap matanya dengan tangan kirinya.

Di momen tersebut, seketika bayangan sosok suaminya melintas di benaknya. Novianti terbayang kenangan 8 bulan lalu. Cerah udara pagi, 28 September 2018, saat Rusdianto suaminya, pamit kepada dirinya hendak mengerjakan proyek bangunan di Kelurahan Petobo – Palu.

Ia tidak menyangka jika wajah ceria suaminya di rumahnya di Palolo, pagi itu, adalah pertemuan terakhir. Sore harinya saat Kota Palu diguncang gempa 7,4 SR, Rusdianto termasuk salah satu korban keganasan liquefaksi. ”Sampai saat ini jasadnya tidak ditemukan,” ucapnya ditemui sesuai menerima bantuan di Lapangan Desa Kotapulu – Sigi, Jumat 10 Mei 2019.

Novianti mengaku, akan menggunakan santuan kematian yang diterimanya dengan seamanah mungkin. Ia ingin menggunakannya untuk kelanjutan pendidikan anak sulungnya yang kini duduk di bangku SMP di Palolo dan biaya hidup ia dan tiga anaknya.

Ia mengaku, akan menyisihkan dana senilai Rp15 juta yang diterimanya untuk pendidikan putranya. Pasalnya, kepergian suaminya mengambil proyek bangunan di Petobo, karena ada biaya anak sulungnya yang harus dibayar. Saat mengatakan itu, Novianti tak bisa membendung kesedihannya. ”Sudah ya, terima kasih,” ujarnya meminta mengakhiri wawancara sambil berdiri menepi dari panggung.

Pengakuan lainnya datang dari Faizal (33). Ia datang sebagai ahli waris atas kematian anaknya dan orang tuanya yang wafat diterjang gelombang tsunami di Pantai Talise 28 September 2018 silam. Anak lakinya ditemukan bersama ayahnya di belakang Kompleks TNI AL – Talise. Sedangkan ibunya ditemukan tubuhnya tak lagi utuh. ”Ibu saya tinggal kaki yang didapat didekat mobil xenia yang mereka tumpangi,” jelasnya.

Walau terlihat sedih, ia tak berusaha tegar. ”Saya mungkin harus menjalani takdir seperti ini,” katanya. Ketiganya ungkap Faizal dikubur di pekuburan umum. Ditanya dana Rp45 juta yang diterimanya. Faizal mengaku akan menggunakannya membiayai roda bisnisnya yang sedang dirintis bersama suami. ***

Penulis + foto: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini