Terendam Banjir Kebun Cabai Warga Bangga Terancam Gagal Panen

0
240

SIGI – Banjir bandang yang datang silih berganti di Desa Bangga, tak hanya menenggelamkan rumah penghuninya. Banjir juga mengancam hilangnya mata pencaharian warga setempat.
Banjir datang bertubi tubi. Usai banjir besat 28 April lalu, banjir yang dikirim dari Sungai Ore itu kembali merendam areal perkebunan warga di desa itu.

Ini dialami Fadel (23) petani cabai di desa itu. Menurut Fadel, mestinya cabai yang ditanamnya sejak enam bulan lalu, sudah memasuki musim panen. Namun dihajar banjir beberapa kali, kini cabai yang ditanam di atas lahan seluas 60 x 40 meter persegi itu, terancam tidak bisa di panen. Banjir yang membawa serta material dikhawatirkan akan menimbun permukaan kebunnya. Bahkan sebagian kebunnya kini sudah terendam air.

”Sebagian kebun terendam. Rica tidak ada yang tidak bisa dipanen. Mestinya sekarang sudah mulai dipetik,” katanya. Harapan satu-satunya ungkap mantan karyawan di Palu Grand Mall (PGM) itu, air harus cepat menyusut. Tidak boleh terlalu lama menggenangi kebun yang membuat buah cabai yang sudah matang menjadi busuk.

Menghadapi Idul Fitri yang kurang beberapa hari lagi, ia membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan hari raya tersebut. Padahal menghadapi momen idul fitri pasaran cabai di Kota Palu cukup baik. Harganya, berkisar Rp50 ribu per kilogram. Di atas lahan seluas 60 x 40 meter miliknya, terdapat sedikitnya 2.000-an pohon cabai. Sekali panen bisa menghasilkan 40 kilogram. Jika pemeliharaannya bagus usia produktif bisa mecapai setahun.

Fadel sendiri adalah penyintas yang selamat saat gempa dan tsunami menghajar tempatnya bekerja di Palu Grand Mall – Palu Barat. Ia memilih tidak lagi bekerja di pusat perbelanjaan itu karena trauma yang masih menghantuinya. Ia kemudian pulang kampung dan bercocok tanam palawija. Tujuh bulan usai gempa, giliran rumahnya yang rusak dan tidak bisa lagi ditinggali, akibat banjir 28 April lalu. Kini giliraan kebun cabainya yang dihantam banjir – justru ketika memasuki masa panen.***

Penulis & Foto: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini