Terdampak Rob, Desa Dampal Krisis Air Bersih

0
326
Warga Desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, saat konferensi pers di Sekretariat Yayasan Sikola Mombine, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Selasa (17/9/2019). FOTO: DOK SIKOLA MOMBINE

PALU – Hampir setahun, warga Desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, mengalami krisis air bersih akibat bencana gempabumi 28 September 2018 silam. Sebagian besar permukaan tanah di desa itu mengalami penurunan muka tanah (downlift).

Hal itu disampaikan salah seorang tokoh perempuan di Desa Dampal, Misna, dalam konferensi pers di Sekretariat Yayasan Sikola Mombine, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya, downlift terjadi di wilayah dusun yang berada dekat pesisir pantai. Akibatnya, air laut masuk dan menggenangi, hingga ke halaman rumah warga. Sehingga sumber air bersih yang berasal dari pompa listrik milik warga menjadi asin.

“Akibat genangan air laut, air bersih dari pompa air listrik menjadi asin,” ujarnya.
Ironisnya, kata dia, desanya tidak masuk dalam daftar desa yang terdampak rob. Padahal, akibat bencana gempa bumi 28 September 2018, sebagian besar permukaan tanah di Desa Dampal, mengalami penurunan muka tanah.

Saat ini lanjut dia, masyarakat Dusun I Desa Dampal, mulai diserang gatal-gatal, akibat air yang mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari, kotor dan asin.

Masyarakat bingung untuk melaporkan kejadian tersebut, karena desanya tidak masuk dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) Kabupaten Donggala, sebagai daftar desa yang terdampak rob.

Misna menjelaskan, data yang ada saat ini menunjukan, terdapat 74 kepala keluarga (KK) yang bermukim di Dusun I Desa Dampal terdampak rob.

Masyarakat kata dia, terpaksa mengambil air dari desa tetangga, yakni Desa Tanjung Padang, dengan menggunakan kendaraan, untuk keperluan memasak dan minum sehari-hari.

Selain itu kata Misna, terdapat beberapa fasilitas umum yang digenangi rob, seperti bangunan PAUD, Polindes, tempat pemakaman umum, lapangan sepak bola, lahan persawahan warga, dan lima rumah warga, yang juga digenangi rob.

Masyarakat berharap, kiranya pemerintah mempertimbangkan Desa Dampal untuk masuk dalam RAD Kabupaten Donggala, agar warga setempat bisa mendapatkan hak mereka, sebagai warga yang juga memiliki hak dalam penanganan bencana.

“Hal yang kami harapkan hanya keseriusan pemerintah, untuk berlaku adil kepada masyarakat, karena kami juga merupakan korban dampak bencana 28 September 2019 ,“ ujar Misna.

Reporter : Jefriyanto
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini