Tenaga Pendidik Penting Mendapatkan Pengetahuan Mitigasi Bencana

0
153

PALU – Rumah Relawan Bersama Sulawesi Tengah melatih sejumlah tenaga pendidik mengenai pemulihan psikologi sosial dan mitigasi bencana. Kegiatan ini untuk menunjang pengetahuan tenaga pendidik agar mereka mampu mengurangi risiko bencana di sekolah.

Tina, salah satu guru dari SMA Nusantara Kabupaten Sigi, menilai pentingnya mengikuti pelatihan psikososial yang digelar di Kantor Komda HAM Sulawesi Tengah, 9-11 Juli 2019.

“Lewat kesempatan ini kami bisa mendapat literasi menghadapi bencana. Nantinya materi yang kita dapatkan di sini dapat ditularkan bagi anak didik kita di sekolah nanti,” kata Tina salah satu guru dari SMA Nusantara Kabupaten Sigi.

Pelatihan tersebut diikuti sejumlah guru SMA/SMK dan MA dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong khususnya sekolah yang terdampak bencana.

Menurutnya selama ini dirinya belum pernah mendapatkan pelatihan atau literasi menghadapi bencana atau mitigasi bencana. Padahal sekolah tempat Ia bekerja berada di wilayah rawan bencana seperti halnya di Kota Palu.

“Disadari atau tidak pemahaman tentang bencana penting diberikan di sekolah-sekolah,” tambahnya.
Sehingga, lanjut dia, menjadi penting untuk diberikan materi mitigasi kebencanaan, baik oleh instansi pemerintah maupun lembaga swasta.

Kepala Biro Kesra Pemprov Sulawesi Tengah Siti Hasbia mewakili Gubernur, menilai pentingnya kegiatan psikososial ini sebagai ajang sharing pengetahuan, pengenalan teknik dan praktek pendampingan psikososial bagi guru-guru.

“Ditambah lagi, sebagai panutan bagi para muridnya, membuat pada guru wajib mengikuti kegiatan ini supaya kelak mampu memahami, menguasai dan menerapkannya guna membantu meringankan memori buruk atau trauma bencana yang dialami murid-muridnya,” terang Hasbia.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Komnas HAM RI Sulawesi Tengah Dedi Askary mengatakan Rumah Rekawan Bersama Sulawesi Tengah merupakan koalisi antara Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah bersama beberapa Institusi Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat Sipil.

Selain itu ada pula dari usahawan/kalangan Industri, utamanya dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogja, Pusat Studi Kebencanaan UPN Veteran Jogja, Yayasan Kappala Indonesia serta Sampoerna untuk Indonesia.

“Rumah Bersama Relawan yang digagas bersamaan dengan berlangsungnya kerja-kerja respon darurat oleh para relawan kemanusiaan yang datang membantu masyarakat Sulteng yang terpapar dan menjadi korban bencana alam yang terjadi 28 September 2018 khususnya pada masa tanggap darurat,” ucap Dedi Askary.

Bahkan, tambah dia, hingga saat ini pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi yang pelaksanaannya dalam skema kerja kolaboratif dengan melakukan beragam aktifitas, program bersama sebagai perwujudan pelaksanaan mandat sebagaimana yang tertuang dalam Kerangka Kerja SENDAI untuk Pengurangan Resiko Bencana.

Penulis : Pataruddin
Foto : Dok Komnas HAM Sulteng
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini