Swadaya Membangun Gereja Sementara

0
134

PALU – Ratusan gereja rusak setelah bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Sigi maupun Donggala. Kini, sejumlah swadaya masyarakat bergotong-royong untuk membangun gereja sementara sebagai tempat beribadah.

Ketua Komunitas Palu Bersatu Bangkit (PBB), Yewin Tjandra melaporkan bahwa ada 306 gereja di Pasigala rusak karena bencana dan 18 di antaranya merupakan gereja di Kota Palu.

Menurutnya, pascabencana terjadi, ia bersama beberapa orang dermawan bergandengan tangan untuk saling melengkapi dengan mendirikan organisasi PBB. Organisasi ini dilahirkan karena melihat masih banyak hal yang belum tercover oleh pemerintah termasuk masalah pembangunan gentara.

“Pascabencana kami mulai melakukan pendataan di Palu, Sigi dan Donggala. Ternyata ada 306 gereja yang rusak dan tak tersentuh bantuan dari pemerintah baik itu untuk perbaikan maupun hanya untuk gereja sementara,” ujarnya.

Yewin mengakui bahwa untuk bisa membangun gereja sementara di beberapa titik di Pasigala, PBB mulai mengumpulkan dana dari para dermawan sehingga beberapa gereja sementara bisa dibangun. Apalagi kata dia, perayaan Natal sudah tiba, dimana umat kristiani membutuhkan tempat untuk beribadah.

Yewin menambahkan bahwa beberapa waktu lalu PBB telah menerima bantuan bahan bangunan untuk membangun gereja sementara di Palu, Sigi dan Donggala dari Elephan.

“Kami juga berharap kiranya pemerintah tidak mengabaikan gereja-gereja yang rusak akibat bencana, apalagi ini menjelang natal, saudara-saudara kita membutuhkan gereja sementara untuk beribadah dan merayakan natal,” pintanya.[]

Penulis: Tini Nainggolan
Foto: Yardin Hasan
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini