Sulitnya Mendapatkan Air Bersih

0
346
Ratusan warga sedang mengantre air bersih yang didistribusikan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT), Sulawesi Tengah, di Gereja, Balai Keselamatan Korps Lampio, Desa Maranata Kabupaten Sigi.

MEMASUKI sebelas bulan pascabencana, warga Desa Karawana, Soulowe dan Desa Maranata, Kabupaten Sigi, masih kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini disebabkan rusaknya saluran irigasi Gumbasa pasca diguncang gempa berkekuatan 7,4 SR yang memicu terjadinya tsunami dan likuefaksi 28 September 2018 silam.

Untuk mendapatkan air bersih warga harus rela mengantre dan harus berjalan kaki kurang lebih satu kilometer dari tempat tinggalnya ke sumber mata air.

Fajria, salah seorang ibu rumah tangga di Desa Karawana, mengungkapkan selain rusaknya irigasi Gumbasa, penyebab krisis air bersih juga disebabkan oleh musim kemarau yang terjadi saat ini. Kondisi ini membuat debit air di sumur-sumur warga berkurang.

“Dulu, sebelum irigasi rusak kami mengambil air dari aliran sungai irigasi Gumbasa dan sumur tetangga. Tapi sekarang debit air sumurpun mulai berkurang akibat musim kemarau,” kata dia.

Hal senada juga disampaikan Nirmo, Pendeta Balai Keselamatan Korps Lampio, Desa Maranata Kabupaten Sigi. Menurutnya sudah hampir setahun terakhir warga di desa itu kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk mendapatkan air bersih warga harus mengantre dan berjalan kaki sejauh satu kilometer.

“Terkadang air di sumur itu, tidak mencukupi untuk kebutuhan kami,” terangnya.

Beruntung hari ini, lanjut Nirmo, ada Lembaga Kemanusiaan Global Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Sulawesi tengah datang mendistribusikan 2.500 liter air bersih yang disebar di Desa Karawana,Soulowe dan Desa Maranata.

Hal ini kata dia sangat membantu warganya untuk mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik untuk mencuci piring, mandi dan lainnya.

“Sekali lagi kami sangat berterimakasih kepada ACT karena sudah memberikan bantuan air bersih,”ucapnya.

Ratusan warga sedang mengantre air bersih yang didistribusikan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT), Sulawesi Tengah, di Gereja, Balai Keselamatan Korps Lampio, Desa Maranata Kabupaten Sigi.

Kedatangan dua unit mobil tangki air ACT yang berisikan 10.000 liter air bersih disambut ratusan warga, sambil membawa jiriken maupun penampung air lainya. Mereka terlihat sangat antusias mengantre dengan tertib, padahal sinar matahari begitu terik menyengat kulit.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Sulawesi Tengah, Nurmarjani Loulembah mengatakan, dari hasil asesmen di lapangan, tiga desa tersebut sangat membutuhkan air bersih. Sehingga dirinya langsung meminta anggotanya segera menyalurkan air bersih di tiga desa tersebut.

Rencananya, kata Nurmarjani, ACT Sulawesi Tengah akan mendistribusikan air bersih kepada warga hingga musim kemarau berakhir. Selain itu, ACT Suteng juga telah membuka posko kekeringan yang beralamat di Kantor Cabang ACT Sulteng Jalan Moh.Hatta No 133 Lolu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Untuk itu, pihak ACT Sulawesi Tengah mengajak masyarakat bahu-membahu mengatasi kekeringan dan menjadi dermawan melalui aksi-aksi melalui bit.ly/DermawanSultengAtasiKekeringan.

Sumber Berita : ACT Sulawesi Tengah
Foto : Dok. ACT Sulteng
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini