Setelah Gempabumi, Petani Sigi Terdampak Kemarau Panjang

0
329

Nasib lima ribu petani di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, semakin sulit. Setelah mereka terdampak bencana gempabumi dan likuefaksi setahun lalu, kini mereka harus menghadapi dampak kemarau panjang.

Kemarau panjang tersebut terjadi sejak pertengahan 2019 yang berdampak pada semakin langkanya pasokan air. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari di pengungsian, penyintas bencana di daerah ini bergantung pada bantuan lembaga non pemerintah.

Survei Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP ) Badan Litbang Pertanian Sulteng, menyebutkan, bencana dan kemarau panjang mengakibatkan penurunan pendapatan petani di Sigi dari sekitar Rp2 juta perbulan menjadi hanya Rp500 ribu perbulan.

“Banyak petani akhirnya yang bekerja serabutan,” kata Andi Baso Lompengeng Ishak, Kepala BPTP Badan Litbang Pertanian Sulteng, 20 September 2019.

Sebelumnya pasokan air ke petani Sigi, terdampak setelah jaringan irigasi Gumbasa rusak karena gempabumi dan  pada 28 September 2018. Ada sekitar 6 ribu  hektar lahan pertanian tidak bisa lagi digunakan.

Reporter: Heri Susanto

Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini