Setelah Berjuang di Lima Rumah Sakit

0
295

PALU — Hampir dua bulan, Verza terbaring di ranjang rumah sakit. Sesekali ia berlinang air mata karena menahan rasa sakit. Tulang belakangnya patah karena tertimpa reruntuhan bangunan setelah bencana 28 September lalu.

Gadis berusia 17 tahun itu sedang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata. Ini adalah rumah sakit kelima yang merawatnya. Sebelum itu, Verza pernah dirawat di RS darurat di posko pengungsian Balaroa, RS Wirabuana, RS Bhayangkara, RS Balai Kesalamatan dan RSUD Budi Agung.

Verza menjadi salah satu korban luka-luka dalam bencana gempa-tsunami dan likuefaksi Sulawesi Tengah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 28 Oktober, menyebutkan, bahwa korban luka-luka tercatat 4.438 orang.

Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palu itu terpaksa berpindah ke lima rumah sakit karena belum mendapat perawatan maksimal. Saat ini tulang belakang Verza yang patah, nampak membengkak dan mengeluarkan nanah.

Rosni, ibu kandung Verza, mengatakan, rumah sakit hanya memberikan cairan penghilang rasa nyeri dan antibiotik.

“Setiap hari sudah ada dokter yang memeriksa. Tapi belum ada upaya untuk operasi atau lainnya,” kata Rosni, Kamis 11 November.

Menurut Rosni, rumah sakit pernah berjanji akan segera mengeluarkan surat rekomendasi agar Verza dirujuk ke Makassar. Namun, surat yang ditunggunya selama dua pekan itu belum terbit. Padahal ia tak tega melihat anaknya yang terus-menerus kesakitan.

“Saya sudah tidak mampu melihat Verza berusaha melawan rasa sakit. Saya berharap ada tindakan serius dari rumah sakit,” katanya.

Reporter: Mohammad Qodri
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini