Sekolah Alam Untuk Anak Penyintas Terapkan Protokol Kesehatan

0
84
BELAJAR - Pembelajaran sekolah alam di Huntara Lapangan Pacuan Kuda, Kecamatan Taweli, Kota Palu.

PALU – Sebanyak 10 anak penyintas gempa dan tsunami di Kota Palu ikut dalam Uji coba tahap awal sekolah alam pertama di Palu. Aktivitas belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan ini sudah dilaksanakan sejak 1 November 2020 di Hunian Sementara (Huntara) Lapangan Pacuan Kuda, Kecamatan Taweli, Kota Palu.

Sekolah alam ini dibuka oleh Sikola Pomore ditengah pandemi COVID-19 dengan sasaran anak-anak penyintas gempa dan tsunami di Palu.

Pendiri Sikola Pomore, Yaumil Masri menjelaskan, uji coba ini akan dilaksanakan selama dua bulan pembelajaran. Terhitung November dan Desember.

TEKUN – Sebanyak 10 anak penyintas gempa dan tsunami di Kota Palu ikut dalam Uji coba tahap awal sekolah alam pertama di Palu

Selama tahap uji coba, 10 anak yang terdaftar akan diikutkan pembelajaran Bahasa Inggris, komputer dan menggambar. “Pengajarnya ada 60 relawan yang akan membantu dan tentunya punya keahlian,” terangnya, Senin (9/11).

Yaumil menambahkan, sekolah alam ini sengaja hadir ditengah pandemi COVID-19 dan menyasar anak-anak penyintas. “Sasarannya memang anak penyintas karena mereka yang paling merasakan dampak pandemi ini. Mau sekolah daring tapi tidak bisa karena faktor ekonomi,” ucapnya.

Lanjutnya, pada tahap ini selama dua bulan dipastikan siswa sudah memehami 2.000 sampai dengan 3.000 kata dalam Bahasa Ingris.

Sehingga pada pembukaan pendaftaran di Januari 2021, siswa sudah punya dasar untuk mengikuti pembelajaran sesuai dengan kurikulum berjalan dengan tambahan pembelajaran di alam, salah satunya berkebun. “Uji coba ini kita laksanakan di huntara tetapi nanti pembelajaran awa tahun sudah pindah di gedung sekolah alam di Kelurahan Lambara dan bisa dijangkau anak-anak penyintas ini,” ungkapnya.
Terkait dengan izin sekolah alam Sikola Pomore, saat ini telah diurus di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu.

“Tahap awal gratis, cuman kalau berikutnya kita akan kenakan tarif tapi kita akan sesuaikan dengan kemampuan orang tua agar sekolah ini tetap berlanjut,” kata Yaumil.

Sekolah alam ini pun menerapkan protokol kesehatan. Siswa dan pengajar diwajibkan mencuci tangan dan menggunakan masker saat proses belajar mengajar.

Tidak hanya itu akan disediakan juga makanan tambahan bergizi untuk siswa. “Pembelajarannya Senin sampai hari Rabu di sore hari dan kalau sudah aktif tahun depan maka kita akan sesuaikan dengan aturan sekolah pada umumnya,” pungkasnya.***

Penulis   : Kristina Natalia
Foto        : Kristina Natalia
Editor      :  Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini