1.300 Ahli Waris Diusulkan Terima Santunan Duka Tahap II

0
1145
Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Muh. Nur Sidik (Foto :Rizal)

PALU – Dinas Sosial Kota Palu telah menyalurkan dana santunan duka tahap pertama kepada 1.383 jiwa ahli waris, dari total penerima sebanyak 4.406 orang.

Penyaluran santunan duka ini mengacu Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 4 tahun 2015. Besarnya nilai santunan adalah Rp15 juta per jiwa.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, (Dinsos) Kota Palu, Kamis, (12/9) Muh.Nur Sidik mengatakan, dari 1.383 ahli waris masih ada 1 orang lagi yang data administrasinya perlu diperbaiki. “Ahli warisnya sudah ketemu, jadi siap kami bayarkan,” kata Sidik, 12 September 2019.

Untuk santunan duka tahap II, kata dia, jumlah penerima yang diusulkan sebanyak 1.300 jiwa. Dinas Sosial saat ini masih menunggu petunjuk teknik dari Kementerian sosial untuk melakukan verifikasi dan validasi ulang data penerima itu. “Untuk dokumen, berkas dan datanya sudah diinput. Semua data sudah siap,” ujarnya.

Sidik menjelaskan, mekanisme pencairan dana santunan duka itu harus melalui sejumlah tahapan. Mulai menginput data calon penerima, verifikasi dan validasi terhadap dokumen penerima, meminta rekomendasi ke Dinas Sosial Provinsi dan selanjutnya baru diajukan ke Kemensos.

Tahap berikutnya setelah sampai di Kemensos,  data tersebut akan kembali dicek ulang. Bila tidak ada masalah, maka Kemensos akan memproses pencairan melalui Bank Mandiri.

“Bank Mandiri di pusat akan langsung terhubung dengan Bank Mandiri di Kota Palu,” katanya.

Untuk mencairkan dana santunan, kata Sidik, calon penerima harus mempersiapkan sejumlah dokumen yakni akte kematian, keterangan ahli waris, kartu tanda penduduk (KTP), Kartu Keluarga dan rekening tabungan.

Salah satu penyintas Perumahan Nasional (Perumnas) Balaroa, Tamsir Sikopa (63) mengaku, telah menerima santunan duka lima hari sebelum lebaran Idul Adha, senilai Rp15 juta. “Satu orang lagi, keluarga saya yang belum menerima santunan duka,” akunya.

Dalam peristiwa likuefaksi di Perumnas Balaroa, dua anggota keluarganya meninggal dunia. Mereka sendiri sudah menghuni Perumnas Balaroa selama 38 tahun, dengan empat kepala keluarga.

Reporter : Ikram
Editor      : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini