Ruang Ramah Anak: Agar Para Bocah Melupakan Trauma (Bagian 2)

0
123

PALU — SOS Children’s Village Indonesia mendirikan Ruang Ramah Anak bagi para bocah penyintas bencana alam berusia 3 -9 tahun, di pengungsian Kelurahan Tipo. Di dalamnya ada fasilitas untuk belajar dan bermain.

Sebelum ada Ruang Ramah Anak, Anca mengaku takut berada di dalam ruangan. Terlebih pada ruangan berdinding beton. Ia masih mudah kaget bila merasakan getaran atau mendengar bunyi petir.

“Asal bagoyang sedikit takaget. Kalau dengar guntur langsung lari kadalam,” ujar bocah kelas 6 Sekolah dasar ini.

Networking Specialist SOS Children’s Village Indonesia, Mahdalena, mengatakan kondisi psikis anak-anak penyintas bencana alam menjadi perhatian utama mereka saat ini. Kehadiran Ruang Ramah Anak di kamp pengungsian diharapkan dapat mengembalikan keceriaan anak-anak penyintas bencana.

“Mereka adalah anak-anak yang mengalami langsung bencana kemarin. Kami ingin memastikan mereka melupakan ketakutan. Bagaimana anak-anak bisa ceria dan nyaman dalam tumbuh kembangnya,” tutur perempuan asal Aceh ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palu, Irmayanti Pettalola, mengakui pentingnya kehadiran Ruang Ramah Anak. Kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai pihak sangat dibutuhkan. Ia sadar kapasitas dan sumberdaya dinas yang dipimpinnya sangat terbatas.

“Sumberdaya kami terbatas. Kami tidak bisa melakukan ini sendiri. Titik pengungsian cukup banyak. Korban juga banyak. Bagi kami kehadiran mereka sangat penting,” katanya.

Irmayanti berharap, Ruang Ramah Anak tidak hanya hadir pada masa transisi pascabencana saja.

“Dengan cara seperti ini anak-anak jadi ceria dan suasana gembira itu terus terbawa sampai ke rumah. Sebenarnya bukan hanya anak. Ibu-ibu juga perlu mendapat konseling,” pungkasnya.

Saat ini terdapat 105 kepala keluarga yang menghuni 43 tenda di kamp pengungsian Tipo, Kecamatan Ulujadi. Dari jumlah tersebut, 79 diantaranya merupakan anak-anak dan remaja berusia 1 – 18 tahun.

Reporter: Zainal Ishaq
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini