Ruang Ramah Anak: Agar Para Bocah Melupakan Trauma (Bagian 1)

0
148

Palu – Suasana ceria menyelimuti kamp pengungsian Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Jumat 23 November 2018. Tian (3), girang bukan main setelah berhasil mewarnai sebuah pola gambar kartun. Bocah itu berulang kali memamerkan hasil karyanya kepada sang ibu, Wanda (22).

Tangan mungil Tian terus bergerak mewarnai, di antara keriuhan bocah seisi ruangan. Di saat yang sama, sejumlah bocah lainnya sedang berebut hadiah yang dibagikan beberapa relawan. Tak lama berselang, Tian bangkit dan menghampiri ibunya yang berdiri di depan pintu tenda.

“Mama…Mama….gambar….,” ujar bocah itu sembari menyodorkan hasil karyanya pada ibunya. Uluran tangan Tian disambut dengan pelukan dari sang bunda. Berulang-kali ia menghadiahkan ciuman pada bocah itu. Sambil sesekali memberinya pujian.

Begitulah suasana ceria di Ruang Ramah Anak di pengungsian Kelurahan Tipo. Ruang Ramah Anak itu didirikan oleh SOS Children’s Village Indonesia —sebuah organisasi nirlaba non-pemerintah yang bergerak di isu perlindungan hak-hak anak.

Ruang Ramah Anak menjadi tempat khusus bagi para bocah penyintas bencana alam berusia 3 -9 tahun. Sebagian besar dari mereka kehilangan kebutuhan utama yaitu orang tua, keluarga dan rumah.

Ruangan tersebut berupa tenda yang bisa menampung 20-30 anak. Di dalamnya ada fasilitas untuk belajar dan bermain seperti kertas berpola gambar, meja belajar bergambar tokoh kartun serta beberapa alat mewarnai.

Ruang Ramah Anak dibuka pukul 16.00 dan berakhir pada pukul 18.00 Wita.

Selain Tian, kegembiraan menyelimuti Anca (12). Anca mengaku betah belajar di Ruang Ramah Anak yang membuatnya bisa berkumpul dan bermain sesukanya dengan bocah seusia. Sementara di sekolah formal mereka terpisah kelas yang berbeda.

“Di sini tidak bosan. Banyak gurunya, bisa baribut. Bisa ketawa. Di sekolah baku pisah dengan teman-teman. Di sini bakumpul semua. Yang rajin dapat hadiah,” katanya. (Bersambung)

Reporter: Zainal Ishaq
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini