Rekonstruksi TVRI Sulteng Butuh Anggaran Rp38 M

0
148

PALU – Saat bencana 28 September 2018, Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik (LPP TVRI) Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah terdampak tsunami terparah. Hampir semua bangunan vital rusak parah dan tidak dapat digunakan lagi karena hantaman gelombang.

Aset TVRI lainnya yaitu mobil siaran luar juga rusak. Mobil berbentuk bus itu sempat terbawa air ke teluk lalu terpental lagi masuk ke halaman TVRI di Jalan Rajamoili.

Atas kerusakan itu, LPP TVRI mengajukan anggaran kepada pemerintah sebesar Rp38,8 miliar untuk proses rekonstruksi TVRI Stasiun Sulawesi Tengah. Anggaran tersebut untuk membangun kembali stasiun daerah lengkap dengan perangkat siarannya.

Hal itu dikatakan Direktur Utama TVRI Helmy Yahya usai bersilaturahmi dengan Walikota Palu Hidayat, Selasa, 23 Juli 2018 di Palu.

Menurut Helmy, TVRI sebagai lembaga penyiaran publik tidak boleh berhenti bersiaran dalam kondisi apapun. Bahkan karyawan tetap dituntut untuk kreatif dengan peralatan yang minim.

Kata dia, TVRI tidak boleh berhenti bersiaran meski satu detik atau satu menit dalam kondisi apapun. “Makanya rekonstruksi TVRI Sulteng menjadi sesuatu yang sangat penting,” kata Helmy Yahya.

Kondisi TVRI Stasiun Sulawesi Tengah, kata Helmy memprihatinkan. Rumah dinas kepala stasiun jadi ruang master control dan garasi jadi studio. “Saya bahkan bertemu dengan karyawan di bawah pohon. Dan, ini sejarah bagi kami,” ujar Helmy.

Helmy mendesak agar ada perhatian lebih untuk segera bisa membangun TVRI Sulteng.

“Saya berharap dalam proses relokasi, TVRI segera dibangun,” ujar Helmy.

Sementara itu, Walikota Palu Hidayat menyatakan akan menyiapkan lahan seluas tiga hektar untuk pembangunan stasiun yang baru di areal HGU.

“Lokasi lama masuk dalam zona merah rawan bencana sehingga harus direlokasi dan diupayakan lokasi pembangunan baru,” kata Hidayat.

TVRI akan mendapatkan lahan sesuai dengan penunjukan lokasi yang sudah diputuskan pemerintah provinsi.

Penulis/ Foto : Pataruddin
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini