Pulihkan Pesisir, Warga Donggala Tanam Pohon Butun

0
202

DONGGALA – Memasuki bulan ke sepuluh pascabencana tsunami, warga Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah bersama pegiat arsitek menanam puluhan bibit pohon butun di pesisir pantai.

Tanaman yang bernama latin barringtonia asiatica tersebut adalah sejenis pohon yang tumbuh di pantai – pantai wilayah tropika, di Samudra Hindia, Kawasan Maleysia, hingga ke pulau-pulau di Pasifik Barat.

Menurut Tasman salah satu warga dusun III Tompe, pohon butun memiliki akar yang kuat dan dapat tumbuh besar dengan daun dan dahan yang lebat, serta mudah tumbuh sehingga dinilai cocok sebagai penahan ombak.

“Warga disini lebih memilih pohon butun karena diyakini bisa mengurangi kecepatan arus ombak sehingga akan meminimalkan jumlah korban jiwa,” ujarnya.

Untuk mendapatkan bibit pohon butun tersebut kata dia, warga mengambilnya menggunakan perahu di pesisir pantai Parimpi di Desa Salupene yang berjarak sekitar tiga kilometer dari dusun mereka.

Dia menyebutkan desa mereka saat ini kerap dilanda banjir rob akibat gempa tahun 2018 lalu.

“Jadi vegetasi kami buat untuk meminimalisasi terjangan banjir,” jelasnya.

Selain itu vegetasi juga sebagai pelindung jangka panjang bagi desa dan juga meminimalisasi dampak tsunami jika terjadi lagi.

Pembuatan vegetasi pesisir ini sendiri merupakan bagian dari perencanaan kawasan pascabencana yang partisipatif untuk membuat permukiman pesisir yang tangguh dan adaptif terhadap bencana, termasuk mengedepankan aspek lingkungan.

Gerakan pembuatan vegetasi penahan gelombang laut dimulai warga Dusun 3, Desa Tompe pada Sabtu 13 Juli 2019.

“Mudah-mudahan dengan penanaman pohon inio perlahan mulai membenahi kawasan pesisir berbasis mitigasi bencana dengan pendekatan lingkungan.” Tutupnya.[]

Penulis : Muhammad Qodri
Foto . : Muhammad Qodri
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini