Pulihkan Perekonomian Penyintas Lewat Industri Kecil Menengah

0
292

PALU – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) pulihkan perekonomian warga terdampak bencana gempa di Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) melalui program revitalisasi Industri Kecil Menengah (IKM).

Direktur Ditjen IKMA, Gati Wibawaningsih mengatakan, sebanyak 130 korban bencana yang tersebar ditiga wilayah tersebut dilatih sebagai pelaku usaha IKM baru oleh mentor yang dihadirkan Ditjen IKMA.

Masing-masing warga diberikan ruang untuk membentuk kelompok usaha maupun secara pribadi. “Warga yang kita latih adalah warga yang benar-benar serius mau menjadi pelaku usaha langsung,” kata Gati, Selasa, (20/8/2019) di Palu.

Menurutnya, sejumlah peralatan produksi diberikan juga kepada kelompok usaha yang berada di Palu, Sigi, dan Donggala. Mulai dari mesin peralatan industri, perbengkelan, pengelasan, pengembangan desain bagi sentra IKM rotan, pakaian jadi dan konveksi.

Hal itu dilakukan untuk meringankan beban para korban bencana dalam memulai usahanya.

Dalam program tersebut juga diberikan bimbingan teknis untuk meningkatkan kemampuan dalam berwirausaha terutama melalui peningkatan etos kerja, produktivitas, kreativitas, dan inovasi.

Ditempat yang sama, Kepala Perindustrian dan Perdangangan Sulteng Ricard Arnaldo Djanggola menyebutkan hingga tahun 2018, tercatat jumlah IKM yang ada di Sulteng mencapai 6.779 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 23.622.

Dengan nilai investasi sebesar Rp297 miliar dan nilai produksi mencapai sebesar Rp2,8 triliun.

Putra warga Desa Kaleke, Kupaten Sigi, mengatakan, program yang dilakukan Ditjen IKMA sangat membantu warga terdampak bencana yang sudah kehilangan pekerjaan seperti dirinya.

Sejak bencana terjadi Putra terpaksa kehilangan pekerjaan dimana kebun milik tetangga tempat dulu ia bekerja telah rusak akibat likuefaksi.

“Kami sangat berterimakasih karena masih diberikan kesempatan menjadi pelaku usaha lewat program ini,” ucapnya.

Dengan adanya revitalisasi di anggap dapat mengakselerasi peningkatan jumlah wirausaha industri baru, meningkatkan potensi sentra-sentra IKM dan berkontribusi mengembangkan pemberdayaan ekonomi yang pada akhirnya berdampak positif terhadap ekonomi Sulteng.


Penulis/Foto: Mohammad Qadri
Editor :Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini