Postingan Potensi Gerakan Tanah Bikin Warga Resah

0
139

PALU – Masyarakat kini makin sensitif terhadap informasi di media sosial, terlebih jika berkaitan dengan fenomena alam. Seperti yang terjadi pada postingan laman Facebook Ekspedisi Poso terkait Potensi Gerakan Tanah di Sulawesi Tengah.

Ini dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, termasuk di Kabupaten Poso, Selasa (26/3/2019), menuai beragam komentar dari warganet. Tercatat, hingga Selasa(26/3/2019) pukul 21:40 Wita, postingan yang diposting pukul 10.57 WITA ini, telah dikomentari oleh 196 warga net dan telah 3802 kali dibagikan.

Sebagian besar warganet yang mengomentari postingan tersebut, menanyakan maksud dari data ini, serta beberapa bagian di dalamnya yang mereka rasa belum jelas. Pada setiap komentar terkait pertanyaan, akun Ekspedisi Poso menjelaskan, pada dasarnya ini adalah peta potensi gerakan tanah, gerakan tanah/ longsor bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk gempa bumi.

“Pada dasarnya kami tidak untuk menakut-nakuti. Kalau masyarakat membaca tulisannya hingga akhir, pasti akan paham, kalau kami membagikan informasi tersebut, bukanlah untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan siap,” jelas akun Ekspedisi Poso.

Dalam postingan tersebut, akun Ekspedisi Poso merujuk data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, di mana dalam data tersebut, termuat potensi gerakan tanah di wilayah Kabupaten Poso, meliputi potensi menengah di Poso, potensi menengah – tinggi di wilayah Lage, Lore Barat, Lore Selatan, Pamona Puselembah, Pamona Timur, Pamona Utara, Poso Kota Selatan, Poso Pesisir Selatan, Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Tomoni Selatan, serta Tomoni Tenggara, serta potensi tinggi di Lore Tengah, Lore Timur, Lore Utara, Lore Peore, Pamona Barat, serta Poso Kota.

Tim Ekspedisi Poso dalam potingan tersebut, menyarankan agar semua warga waspada dan menyiapkan mitigasi bencana, dengan lingkungan sekitarnya. Terkait mitigasi bencana untuk keluarga, Tim Ekspedisi Poso menyarankan agar menyiapkan Tas Siaga Bencana, yang antara lain berisi, surat-surat berharga, masker, peluit, uang tunai, pakaian secukupnya untuk 1 hari, botol air minum dan air minum, makanan yang tahan lama, serta power bank.

Dalam postingan tersebut, tim Ekspedisi Poso menggarisbawahi, potensi itu selalu ada, tetapi kita tidak bisa memprediksi kapan terjadinya. Hal yang bisa kita lakukan, hanyalah berhati-hati dan siap, sebab itulah arti dari mitigasi. Tim Ekspedisi Poso juga mengajak untuk mari siaga bencana dengan menyiapkan mitigas bencana di sekitar kita.

Dalam data yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tersebut, pada bagian keterangan dijelaskan, daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah, pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah, jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Kemudian, daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah, pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah, jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Penulis: Jefrianto
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini