Poros Palu – Kulawi Akhirnya Bisa Dilalui

0
155

SIGI – Banjir bandang di Desa Tuva – Sigi, pekan lalu sempat membuat wilayah Kulawi dan sekitarnya terisolasi. Pasalnya, akses satu-satunya ke wilayah itu terputus diterjang banjir. Tak hanya memutus jalan, kayu gelondongan disertai material pasir menyapu habis jalanan di Desa Tuva.

Kini poros Palu Kulawi akhirnya bisa dilalui setelah Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola meminta kontraktor segera membuka akses Palu-Kulawi. Saat itu sedikitnya ada 8 titik tanah longsor yang menutupi badan jalan. Kondisinya cukup parah.

“Saya minta kepada pihak ketiga yang mengerjakan pembersihan secepatnya bekerja dan membuka akses sebelum puasa dimulai,” kata Longki Djanggola.

Pascabencana, Pemprov Sulteng menerjunkan empat unit alat berat untuk mempercepat penanganan membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan. Termasuk menghubungkan kembali badan jalan yang amblas dihantam banjir bandang seperti di Desa Omu dan Tuva.

Jalur Palu-Kulawi mengalami longsor sedikitnya 17 titik setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dan banjir bandang, Minggu, 28 April lalu. Terputusnya akses jalur tersebut mengisolir sejumlah kecamatan.

Di titik Gunung Potong baru saja tembus, kondisinya masih berlumpur. Benerapa pengguna jalan terjebak lumpur dan harus dibantu relawan. Fitri, warga Desa Bolapapu yang kebetulan melintas mengatakan masih banyak longsoran dan hanya bisa ditembus menggunakan sepeda motor.

BANTUAN BERLIMPAH

Korban terdampak banjir bandang sejumlah desa di Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi mencapai 3.000-an jiwa. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah H Hidayat Lamakarate di salah satu posko bantuan Desa Tuva, Sabtu siang, 4 Mei 2019.

Menurut Hidayat, para pengungsi yang terdampak banjir bandang kini menempati lagi hunian sementara yang dibangun pasca gempabumi lalu. Setelah rumah mereka tertimbun lumpur, kembali lagi hunian sementara. Untuk bantuan logistik bagi korban di sejumlah posko sudah melimpah. Mengantisipasi pengungsi kekurangan logistik akan diantisipasi pemerintah daerah bersama NGO dan kelompok peduli bencana.

“Biasanya bantuan melimpah di awal-awal. Tapi setelah itu mulai berkurang. Saya minta kalau memang logistik sudah menipis agar menghubungi saya,” kata Hidayat.

Pantauan di salah satu Posko Bantuan Desa Tuva, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir.
Seperti Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Palu, Radio Nebula Palu, Pewarta Foto Palu, RAPI Sulawesi Tengah, Rutan Palu Peduli Bencana dan kelompok-kelompok masyarakat yang peduli korban bencana.

Ketua Harian IKA SMANSA Palu Andi Kaimuddin mengatakan bantuan ini dikumpulkan dari para alumni SMA 1 Palu. “Kita berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Amdi Kaimuddin.

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, Sulawesi Tengah juga menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir bandang di Desa Tuva. Bantuan berupa kebutuhan pokok ini merupakan sumbangan seluruh anggota PFI Palu.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Sekretaris PFI Palu M Taufan SP Bustan yang didampingi Dewan Pembina PFI Palu Basri Marzuki, dan anggota Bidang Organisasi PFI Palu Edy Mahyudin. Bantuan ini diterima oleh Sekretaris Desa Tuva Wilis Kapang di Posko Pengungsian Delapan yang didirikan di pinggir jalan Palu-Kulawi.

Ketua PFI Palu Rony Sandi mengatakan, bantuan ini berupa kebutuhan pokok. Di antaranya air minum kemasan, mi instan, pakaian layak pakai, dan beberapa bantuan lainnya. Seluruh bantuan, menurut Rony, adalah sumbangan suka rela seluruh anggota PFI Palu yang peduli kepada korban banjir bandang di Desa Tuva.

“Ini bentuk kepedulian kami keluarga besar PFI Palu. Setelah kami diskusikan soal bantuan, anggota merespons dengan baik sehingga terkumpul bantuan lalu kami distribusikan hari ini,” imbuhnya. Sekdes Tuva Wilis Kapang mengaku, sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan PFI Palu.

Terlebih, setelah jalur yang menghubungkan desa mereka dengan desa lainnya baru bisa dilalui pasca banjir bandang. “Terima kasih dengan bantuan ini. Kami akan distribusikan kepada seluruh warga yang terdampak banjir di desa ini,” tandas Wilis. Banjir bandang yang menerjang Desa Tuva terjadi pada Minggu (28/4/2019) lalu. Dalam peristiwa ini sebanyak 71 kepala keluarga terdampak.

Meski tidak ada korban jiwa, namun bencana yang diduga terjadi akibat penebangan liar ini menyebabkan 10 rumah warga hilang disapu banjir. Hingga saat ini seluruh warga yang terdampak masih mengharapkan bantuan. Baik dari pemerintah mau pun dermawan. ***

Penulis + Foto: Pataruddin
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini