Peringati 52 Tahun Tsunami Mapaga, HMJ SPI IAIN Palu Inisiasi Pameran Kebencanaan

0
133
PAMERAN - Penyintas bencana tsunami 1968, Rustam (67) (kiri), bersama Kepala Desa Labean, Moh. Djamil (kedua dari kiri), saat menerangkan mengenai peristiwa bencana 1968 yang terekam di foto yang dipamerkan dalam Pameran Arsip Kebencanaan yang diinisiasi oleh HMJ SPI IAIN Palu, di di Kompleks Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Dusun Mapaga, Desa Labean, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala. (FOTO: JEFRI )

PALU – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah Peradaban Islam (SPI) IAIN Palu menginisiasi Pameran Arsip Kebencanaan, sebagai upaya mitigasi terhadap bencana. Pameran yang berlangsung pada 14-16 Agustus 2020 ini, dilaksanakan di Kompleks Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Dusun Mapaga, Desa Labean, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala.

Ketua HMJ SPI IAIN Palu, Iin Dzulfaizah mengatakan, pemilihan Dusun Mapaga sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Lokasi ini dipilih untuk memperingati bencana gempa bumi dan tsunami yang memporak-porandakan wilayah tersebut, 15 Agustus 1968, atau 52 tahun lalu.

“Kami sengaja melaksanakan pameran di momen 52 tahun bencana tsunami 1968 tersebut. Mapaga sendiri adalah salah satu wilayah yang paling terdampak parah bencana tersebut,” ujarnya.
Pada pameran tersebut kata Iin, pihaknya memamerkan sejumlah arsip kebencanaan terkait bencana gempa bumi dan tsunami 1968 tersebut, dalam bentuk arsip surat kabar dan foto-foto peristiwa. Selain pameran, pihaknya juga akan melaksanakan diskusi bersama warga untuk mendokumentasikan sejarah bencana 1968 tersebut.

“Selain itu, kami akan melaksanakan bakti sosial, yakni membersihkan pantai di sepanjang Teluk Mapaga tersebut,” ujarnya.

Kepala Desa Labean, Moh. Djamil, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting sebagai upaya untuk mengingat sekaligus memitigasi masyarakat, agar selalu waspada dengan potensi bencana yang ada.

“Kami harapkan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dan dapat dimanfaatkan oleh warga sebagai sarana untuk menambah pengetahuan soal kebencanaan,” ujarnya. Pameran ini sendiri menarik minat masyarakat di Dusun Mapaga. Bahkan, sejumlah saksi mata bencana tersebut turut hadir menceritakan pengalamannya saat bencan tersebut terjadi. ***

Penulis : Jefrianto
Editor   : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini