Periksa Covid 19 di RS Anutapura, PCR Rp2,5 Juta, Rapid Test Rp300 Ribu

0
732
drg Heri Mulyadi

PALU  – Salahsatu aturan pembatasan perjalanan lintas daerah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid 19 adalah surat keterangan uji test reserve transrciption-polymerase chain reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif. Serta keterangan uji rapid test dengan hasil non reaktif.

Serta surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit, Peskesmas, bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR test dan rapid test. Uji PT PCR berlaku selama 7 hari sedangkan hasil uji rapid feat hanya berlaku 3 hari.

Syarat pelaku perjalanan ini diatur dalam surat edaran gugus tugas nasional percepatan penanganan Covid 19 nomor 5 tahun 2020 tentang perubahan atas surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid 19. Edaran ini juga telah sebagai acuan pembatasan pelaku perjalanan menuju Palu dalam sebuah surat edaran.

Sekaitan ini, pihak Rumah Sakit Anutapura Palu (RSAP) pun sudah menyiapkan fasilitas uji PCR atau Swab dan rapid test untuk menjadi pilihan warga Palu yang akan melakukan perjalanan keluar daerah. Namun tarif untuk mendapat dua hasil keterangan ini lumayan menguras isi kantong. Untuk uji Swab, pihak RSAP mematok tarif Rp2,5 juta per orang. Sedangkan untuk rapid test dipatok Rp300 ribu.

Uji Swab dan rapid test meliputi pemeriksaan hematologi lengkap dan konsultasi dokter ahli. Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSAP, dr Heri Murwadi mengatakan tarif ini termasuk yang paling rendah diantara semua rumah sakit di Sulteng. “Di Jakarta saja uji swab itu Rp3juta. Kita disini termasuk rendah,”tutur Hery.

Menurut dia, biaya yang dikeluarkan untuk sekali uji swab memang cukup besar. Misalnya untuk pengadaan Alat Habis Pakai (AHP) untuk sekali uji sebesar Rp1,8 juta. Uji swab ini jelas dia lengkap dengan hematologi atau pemeriksaan lengkap plus konsultasi dokter ahli.
“Sekali uji swab itu kita akan memakai dua Alat Pelindung Diri (APD). Belum biaya lain-lainnya,”kata dr Hery, Rabu 3 Juni 2020.

Demikian halnya rapid test. Hery menjelaskan, alat kit rapid juga harus dibeli. Karena itu,layanan uji swab dan rapid ini diharap bisa menjadi pintu bagi penerimaan rumah sakit. “Dan ingat, RSAP inikan Badan Layanan Umum Daera (BLUD). Yang penerimaannya akan digunakan langsung untuk membiayai seluruh kegiatan pelayanan rumah sakit,”ujarnya.

Namun dia menegaskan, uji swab dan rapid berbayar ini hanya untuk warga yang ingin mendapat keterangan secara mandiri dengan keperluannya masing-masing. “Kalau untuk pasien rujukan Covid itu gratis karena menjadi program penanganan secara nasional,”demikian Hery. ***

Penulis  : Hamdi Anwar
Editor    : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini