Penyintas di Desa Tompe Membuat Kerajinan Tangan dari Kain Bekas

0
286
Keterangan Foto: Gelang hasil kerajinan tangan yang terbuat dari kain bekas di rumah rumah yang roboh akibat gempa

DONGGALA – Puluhan perempuan penyintas di Desa Tompe Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala memanfaatkan kain bekas di rumah warga yang roboh untuk membuat kerajinan.

Risnawati (35) salah satu penyintas di Desa Tompe mengatakan, mereka adalah pekerja padat karya yang didukung oleh Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) bekerja sama dengan United Nation Development Programme (UNDP). Menurutnya, saat membersihkan puing sisa peninggalan gempa, ia melihat barang yang berserakan yang masih bisa dimanfaatkan.

Risnawati mengaku tertarik dengan kain yang baginya sayang jika tidak dimanfaatkan. Bersama dengan pekerja perempuan lainnya mulai mengumpulkan kain-kain yang yang masih bisa dimanfaatkan.

”Saya lihat banyak kain-kain yang berserakan di sekitar puing-puing dan saya ajak teman lainnya, kami kumpul lalu dibersihkan. Dari situ dipilih lagi mana yang cocok untuk dibuat kerajinan,” ungkap Risnawati.

Risnawati menuturkan, usai bekerja, ia bersama rekannya memanfaatkan waktu malam hari mulai mengerjakan kerajinan gelang tangan.

Untuk membuat gelang dari bahan baku kain tidaklah sulit. Dan tidak membutuhkan waktu lama. ”Cara buatnya gampang sekali tapi kita hanya butuh memilih corak-corak yang menarik untuk dipadukan sampai jadi gelang,” ujar ibu dari lima orang anak.

Hasil kerajinan dijual dengan harga Rp5.000 per gelang dan karya. Order pun berdatangan. Saat wawancara ini dilaukan mereka sudah mendapat order sebanyak 50 gelang. Sebelum peristiwa gempa yang tejadi 28 September 2018, Risnawati adalah penjual ikan di Desa Tompe. Kini usaha jual ikan agak tersendat. Pasalnya, sejumlah nelayan yang ada di Tompe kehilangan perahu, mesin dan alat tangkapnya.

Penulis: Yardin Hasan
Sumber: Rilis ROA
Foto: Dokumentasi Subarkah/ROA

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini