Pengungsi di Masjid Agung Butuh Tambahan Fasilitas MCK

0
120

PALU – Hampir tiga bulan pascabencana, ternyata, persoalan sanitasi yang melilit di lokasi pengungsian belum teratasi. Di pengungsian Masjid Agung Palu, misalnya, pengungsi mengeluhkan terbatasnya fasilitas mandi cuci kakus (MCK).

Di lokasi tersebut, hanya ada 14 fasilitas MCK untuk melayani 415 keluarga. Salah satu pengungsi, bernama Ian, menuturkan, keterbatasan fasilitas MCK membuat pengungsi biasanya harus mengantri lebih lama baik di pagi hari maupun di sore hari.

Bahkan karena tidak ingin menunggu terlalu lama, mereka lebih memilih untuk mencari alternatif lainnya agar tidak membuang waktu hanya untuk mengantri.

“Sampai-sampai ada beberapa pengungsi yang menggunakan plastik hanya untuk buang air kecil.” Katanya Senin kemarin.

Untuk mandi pun, banyak pengungsi yang harus mencari tempat lain untuk mandi, mencuci dan buang air besar. Ian pun demikian, ia biasanya akan mencari toilet di masjid terdekat jika semua fasilitas MCK dalam keadaan terpakai.

Kordinator Tim relawan di Masjid Agung, Aman, mengatakan, saat MCK sudah penuh, pengungsi biasanya akan mencari di tempat lain.

“Saat MCK sudah penuh, biasa kami cari alternatif juga karena kadang kita jenuh menunggu terus. Biasa kita cari toilet di masjid yang dekat dari sini atau ke rumah orang yang kita kenal untuk menumpang mandi,” ucapnya.

Aman meminta agar pemerintah bisa menambah fasilitas MCK. Selain itu, fasilitas tersebut tersedia khusus untuk mandi dan buang air besar.

Hingga kini para pengungsi masih membutuhkan bantuan, baik berupa bahan makanan maupun fasilitas lainnya. Khusus di kompleks Masjid Agung Darussalam, pengungsi masih membutuhkan fasilitas MCK untuk keperluan sehari-hari.

Sesuai data dari Tenda Ramah Perempuan Masjid Agung per akhir November, jumlah pengungsi di Masjid Agung mencapai 1.662 jiwa. Jumlah itu terdiri 819 laki-laki dan 846 perempuan. Kemudian 147 bayi (di bawah usia 5 tahun) dan 183 anak-anak.

Reporter: Zurafli Aditya
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini