Pencairan Stimulan Terus Digenjot di Tengah Wabah Covid 19

0
385
SORTIR - Wali Kota Palu Hidayat meninjau proses sortir administrasi pencairan stimulan, di Kantor BPKAD Palu, Senin 20 April 2020. (foto: Hamdi Anwar)

PALU – Pemkot Palu terus berusaha mempercepat proses pencairan dana stimulan perbaikan rumah tahap 2 tahun 2020. Saat ini proses pencairan dana tersebut sudah mendekati angka 20 ribu kepala keluarga (KK) dari total 38.805 KK. Upaya percepatan ini digenjot bersama BPBD Palu dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Palu.

Setelah melalui verifikasi dan asesment tingkat kerusakan oleh Tim Pendamping Percepatan Pembangunan Daerah (TP4D) Kota Palu, berkas administrasi selanjutnya diproses di BPKAD Palu. Inilah proses yang saat ini tengah digenjot bersama.

Wali Kota Palu Hidayat mengatakan, masyarakat penerima stimulan tetap diharap bersabar akan hal tersebut. Sebab, proses tersebut dilakukan berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) yang telah ditetapkan. “Kami tentu tidak ingin muncul  masalah pelanggaran hukum dalam proses ini,”kata Hidayat saat meninjau langsung proses sortir administrasi penerima stimulan, di BPKAD Palu, Senin 20 April 2020.

Menurutnya, Pemkot tidak tinggal diam untuk percepatan itu. Bahkan proses sortir administrasi ini dikerjakan siang malam baik oleh BPBD maupun BPKAD. “Ini dilakukan setiap hari. Siang malam hingga mereka begadang. Terleboh dalam situasi wabah begini. Jadi tolong hargai juga mereka,”harap wali kota.

Kepala BPKAD Palu, Irmawati Alkaf lebih rinci menjelaskan, alir pencairan dimulai dari berkas administrasi hasil asesment BPBD Palu. Kemudian data penerima disortir satu persatu untuk memastikan kebenaran NIK sesuai KTP.

1 penerima kata dia, mesti dibuatkan 3 dokumen pendukung. Pertama SPP lalu SPM kemudian SPPD.  “Menyangkut dana rehabilitasi dan rekonstruksi itu kami terima lengkap data dari BPBD. Kemudian dilakukan sortir. Mulai nama, NIK dan dokumen lainnya. Kemudian SPP dan SPM. Setelah lengkap, lalu lanjut SPPD untuk dokumen ke perbankan untuk proses pencairan,”jelasnya.

Irma mengaku pihaknya bekerja siang malam demi menyelesaikan administrasi tersebut. Setiap nama penerima berkasnya harus dibuat. Dalam dokumen SPP dengan 3 kali bubuhan tanda tangan.Sortirnya per kelurahan untuk mengindari ganda data.

Belum lagi kerap terjadi kendala pada proses penginputan data penerima dalam 3 dokumen penyerta tersebut dilakukan secara online. “Pegawai bekerja siang malam dan kadamg tidak pulang ke rumah. Kita ekerja di kantor saja bukan lagi bekerja di rumah,”ujarnya.

Menurutnya pekerjaan ini tidak cukup hanya dengan niat baik dan kerja keras. Tapi juga butuh ketelitian agar tidak terbentur aturan yang berlaku.

Sajauh ini menurut dia, dokumen penerima sudah sampai Surat Keputusan (SK) ke 11. Jumlah penerima dalam masing-masing SK bervariasi tergantung hasil verifikasi BPBD Palu. Ada yang jumlahnya 200 hingga 1000 penerima.

“Kami proses dokumennya berdasarkan SK yang diajukan kepada kami,”urainya. Sejauh ini tambah dia, SK yamg diajukan sudah ke 11 dengan total penerima 11. 350 KK. Sampai dengan Senin 20 April, BPBD Palu mengajukan lagi SK ke 12. Sehingga total dokumen yang terproses saat ini berjumlah 14 ribu lebih. “Intinya kami berusaha proses pencairan ini sesuai target yaitu 31 Juni 2020,”demikian Irmawati Alkaf. ***

Penulis   : Hamdi Anwar
Editor     : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini