Pencairan Dana Stimulan Tahap 2 Sudah Direkening Penerima

0
752
PENGUNGSI - Pengungsi anak-anak bermain di tenda penampungan (f-yardin)

PALU,PE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu kembali menyalurkan dana stimulan tahap 2 tahun 2020. Setelah sebelumnya diserahkan bagi 727 kepala keluarga (KK) pada Rabu 26 Februari 2020 di Wisma Haji Palu.

Sabtu 7 Maret 2020, stimulan disalurkan kepada 163 KK yang berada di Kecamatan Tawaeli Kota Palu. Terdiri  97 KK dari kelurahan Pantoloan, 28 KK dari kelurahan Lambara, dan 38 KK dari kelurahan Pantoloan Boya. Penyerahan dana stimulan melalui rekening ini dirangkai sosialisasi percepatan Rehabikutasi -Rekonstruksi tingkat kelurahan se-kecamatan Tawaeli di Aula Kantor Kelurahan Pantoloan.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Palu,  Muhammad Issa Sunusi mengatakan, sejauh ini dana stimulan sudah dicairkan ke rekening 1.134 KK. Saat ini pihaknya tengah memproses pencairan selanjutnya kepada 1.340 KK lainnya.

“1.340 KK ini sementara proses pembukaan rekening. Khusus Tawaeli kali ini, pencairan dan penyaluran buku tabungan ke warga sebanyak 163 KK,”sebutnya.

Karena itu menurut Issa, BPBD Kota Palu akan menyosialisasikan proses rehabiliasi-rekonstrukai ini diseluruh kecamatan se-kota Palu. Yang selanjutnya menyerahkan buku rekening yang sudah terbuka dan siap disalurkan kepihak kelurahan masing-masing.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palu, Singgih B Prasetyo mengatakan, penyaluran  dana stimulan adalah untuk memperbaiki rumah masyarakat terdampak bencana tanggal 28 September 2018 silam. Dia berharap dana tersebut digunakan sebaik-baiknya agar masyarakat terdampak bisa segera kembali menempati rumahnya masing-masing.

“Anggaran ini disediakan agar masyarakat segera menempati rumah yang lebih aman. Namun demikian, potensi bencana di kota Palu sangat besar. Apalagi ada sesar Palu Koro yang merupakan sesar paling aktif di dunia. Olehnya, kita harus tahu benar karakter sesar tersebut,” katanya.

Menurutnya tidak sedikit rumah masyarakat yang dibangun secara tidak benar. Dalam artian steuktunya tidak menyesuaikan ketahanan terhadap gempa.

“Karena itu penting bagi masyarakat memahami bagaiman pola membangun struktur rumah yang benar,”ujarnya.

Dia menambahkan, penyaluran dana stimulan tahap 2 tahun 2020 ditargetkan selesai dalam waktu 6 bulan. Dengan jumlah penerima sebanyak 38.805 KK yang telah diterbitkan dalam surat keputusan (SK) Wali Kota Palu.

Singgih dalam kesempatan itu  memohon kerjasama masyarakat agar memberikan data yang secara benar dan jujur. Sebab data yang tidak benar bisa menimbulkan resiko hukum.

“Jangan ada yang ditutupi atau bahkan memberikan data-data tipuan. Karena ini besar resikonya. Olehnya kami mohon kerjasama kita semua untuk mempercepat proses ini,” lanjutnya.

Wali Kota Palu, Hidayat pun berharap demikian. Namun Hidayat juga menekankan pentingnya kerjasama semua pihak.  Jangan justru melakukan hal-hal yang dapat menghambat jalannya penayaluran dana stimulan.

“Karena kalau kita lewat dari jangka waktu 6 bulan yang diberikan, akan susah kita,”ujar Hidayat.

Kepada BPBD, Hidayat menegaskan agar selalu mengevaluasi kinerja  para tim pendamping. Utamanya yang memanfaatkan isu stimulan keranah politik.

“Sudah ada beberapa tim yang mulai berafiliasi dengan politik. Saya minta tolong tim pendamping tidak usah urus itu politik. Jangan main-main dalam hal ini. Fokus sama rumah-rumah masyarakat,” tegas Wali kota.

Hidayat selanjutnya  mengingatkan masyarakat agar tidak menghilangkan kwitansi-kwitansi pembelian bahan bangunan ataupun lainnya dalam perbaikan rumah.

“Jangan hilang kwitansi itu. Kedepan akan turun dari pihak kejaksaan maupun kepolisian yang akan mengecek itu,”demikian Wali Kota Palu.***

Penulis   : Hamdi Anwar
Editor     : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini