Pemulihan Bencana, Ini Pasar Pertama di Kulawi dengan Protokol Kesehatan

0
82
TERAPKAN PROKES - Sentra UMKM pertama di Kecamatan Kulawi ini baru saja diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Sigi, Kamis (29/10).

SIGI– Plt Bupati Sigi, Sisliandy meresmikan Sentra UMKM di Desa Mataue, Dusun 2, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Kamis (29/10).
Sentra UMKM yang dibangun oleh Yayasan Penabulu Palu itu merupakan pasar pertama yang ada di Kecamatan Kulawi. Tujuannya, membangun kembali perekonomian masyarakat di masa pemulihan bencana dan pandemi COVID-19. Astrit (52) adalah salah seorang pedagang yang beruntung. Ia baru saja mendaftarkan diri sebagai UMKM di Kabupaten Sigi dan diizinkan berdagang di Sentra UMKM.

Menurut Astrit, pasar pertama ini membuka peluang bagi masyarakat di Kecamatan Kulawi yang perekonomiannya kandas akibat bencana dan ditambah akibat pandemi COVID-19.
Sebelum berjualan di pasar, Astrit yang juga petani ini hanya menawarkan dagangannya kepada pedagang yang akan berjualan di Kota Palu. “Dari pada terbuang percuma hasil kebun jadi jual saja, kalau ada pasar begini ya kita bisa jual langsung jadi semangat juga kita berkebun,” sebut Astrit.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kaharuddin mengatakan selain UMKM, nantinya oleh pengurus pasar bisa membuka koperasi bagi para pedagang yang terdaftar dan rutin berjualan di Sentra UMKM. “Pandemi COVID-19 cukup menghantam pendapatan masyarakat, sehingga adanya Sentra UMKM ini dapat membantu perekonomian masyarakat melalui transaksi jual beli di pasar ini,” terang Kamis (29/10).

Ia mengatakan Sentra UMKM ini merupakan bantuan jangka panjang untuk masyarakat di Kecamatan Kulawi. Manfaatnya tidak hanya untuk pedagang di Kecamatan Kulawi melainkan juga akan diberi kesempatan untuk pedagang di Kabupaten Sigi dan Kota Palu untuk memanfaatkan lokasi pasar. “Tetap utamanya masyarakat di Kecamatan Kulawi, nanti diatur soal batas pedagang dan soal hari operasional pasar juga baru akan diatur,” sebut Kaharuddin.

Bagusnya, Sentra UMKM ini tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Pengunjung diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan ditempat yang sudah disediakan, mengukur suhu tubuh dan lakukan jaga jarak antar pedagang dengan pembeli maupun pembeli dengan pengunjung lainnya. “Di tengah pandemi ini perlu diterapkan protokol kesehatan sehingga disamping akan ada pertumbuhan ekonomi masyarakat, ya taat aturan juga demi kebaikan kita semua,” ungkapnya.

JUAL SAYUR – Astrit (52), salah seorang pedagang yang menjual hasil perkebunannya di Sentra UMKM

Program Manager Yayasan Penabulu Palu, Tri Yonanita menambahkan, hasil ketahanan pangan di Kabupaten Sigi cukup melimpah. Khusus di Kecamatan Kulawi pun para petani mampu menghasilkan pangan dengan kualitas baik.

Sayangnya hasil perkebunan tak bernilai ekonomi dikarenakan tak adanya fasilitas bangunan pasar untuk masyarakat. Atas dasar itulah maka Yayasan Penabulu Palu membangunkan Sentra UMKM bagi masyarakat di Kecamatan Kulawi. “Ada empat desa yang jadi perintis dan akan mengurus dan mengelolah Sentra UMKM ini agar berjalan dengan baik,” sebutnya.

Alasan lain dari pembangunan Sentra UMKM ini yakni pemulihan bencana 28 September, banjir di daerah Kulawi dan pandemi COVID-19.

Masyarakat di Kecamatan Kulawi kini mengalami penurunan pendapat pasca diterpa bencana berturut-turut. Salah satu hal yang dapat membangkitakan perekonomian masyarakat adalah usaha. “Nanti tidak menutup batas untuk pedagang dari Palu juga berjualan di Sentra UMKM ini, cuman teknisnya nanti diatur berapa persen pedagang dari Palu dan berapa persen dari masyarakat Kabupaten Sigi khususnya Kecamatan Kulawi ini,” tandasnya. ***

Penulis & Foto   : Kristina Natalia
Editor                 : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini