Pemberdayaan Penyintas Perempuan Melalui UMKM

0
343

PALU – Pascabencana gempa, banyak penyintas perempuan kehilangan pekerjaan di bidang usaha kecil maupun menengah. Sementara pekerjaan itu, sebagian besar digeluti mereka sebelum terjadi bencana.

Dari 9000 pelaku UMKM di wilayah Pasigala, 25 persen atau 2300 di antaranya kehilangan pekerjaan akibat bencana.

Hal itu mengemuka, saat diskusi bersama Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) bekerjasama dengan Child Fund Indonesia (CFI) dan LPBI NU Peduli di lokasi expo produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Gedung Pogombo Palu, belum lama ini.

Forum diskusi itu, melibatkan 20 peserta dari pengurus kelompok perempuan pengusaha mikro yang beberapa bulan lalu telah dibentuk oleh CFI hasil kerjasama YSKK.

Lewat forum itu, mereka berbagi pengalaman dan pembelajaran terkait proyek tahap pemulihan awal mata pencaharian perempuan korban terdampak bencana gempa.

Bernandus Bonanrito perwakilan CFI Indonesia mengatakan, program proyek tahap pemulihan awal mata pencarian perempuan ini telah dibentuk dan dilaksanakan pada bulan Maret 2019 pascabencana melanda Pasigala.

“Proyek tersebut digagas sebagai langkah untuk memenuhi hak-hak anak dan pemberdayaan perempuan,” ujarnya.

Menurut dia, yang diharapkan dalam program ini adalah kaum perempuan mampu berusaha secara independen atau mandiri. Sehingga mempunyai penghasilan sendiri dan mampu menopang ekonomi keluarga sehingga bisa bangkit dari keterpurukan pascabencana 28 September 2018.

“Hal tersebut dilakukan semata-mata demi memenuhi kebutuhan anak dan keluarga, terutama hak-hak untuk keberlangsungan pendidikan bagi si anak,” tuturnya.

Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate, mengatakan, untuk mendukung program pemberdayaan tersebut, Hidayat menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada beberapa perwakilan kelompok pengusaha perempuan UMKM yang berasal dari tiga daerah terdampak parah (Pasigala).

Iwan Setiyoko perwakilan Yayasan Satu Karsa Karya menambahkan, penyintas ingin menghidupkan kembali sumber penghasilan mereka, seperti UMK. Namun mereka terkendala modal dan asset yang telah hilang setelah di guncang gempa.

Tercatat sebanyak 556 perempuan yang tergabung dalam 20 kelompok perempuan pengusaha mikro yang tersebar di 9 desa/kelurahan, baik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, maupun di Donggala.

“4 Juli 2019 lalu telah dilakukan penyaluran dana stimulan dari YSKK dan CFI baik perorangan atau kelompok dengan total keseluruhan senilai Rp. 1,43 miliar.” Ungkap Iwan.

Pada sesi penyaluran dana stimulan itu tambah Iwan, dilakukan juga pendampingan kepada kelompok agar lebih efektif dan efisien termasuk juga sejak penyusunan rencana usaha (business plan) sebagai bentuk panduan disaat mulai menjalankan usahanya nantinya.

“Produk yang mereka jual itu beragam ya, kebanyakan membuat kue kering, menjual es, ada juga yang membuka kios dan lain-lain,” ujarnya.

“Yang jelas kita ikuti sesuai kemampuan atau kebiasaan mereka membuat apa sebelumnya,” tambahnya.

Salah satu peserta diskusi, Jein Inkiriwang (45) mengungkapkan bantuan yang telah didapatkannya itu, telah Ia gunakan untuk membuka kios kecil-kecilan di huntara tempat dirinya tinggal untuk satu atau dua tahun kedepan.

”Yaa saya bersyukur sekali mendapatkan bantuan modal ini, lumayan bisa menambah penghasilan untuk keluarga,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan, Siti Mutmainah (46), menurutnya berkat bantuan berupa dana stimulan yang diberikan YSKK dan CFI, dirinya sedikit demi sedikit dapat menambah penghasilan bagi keluarga kecilnya menjual kue kering dikisaran harga Rp10.000 hingga Rp20.000.

“Sebelum mendapat bantuan modal ini saya sempat jualan pop ice. Alhamdulillah pas dapat bantuan ini pelan-pelan saya buka kios kecil juga, “ungkap Siti.

Siti mengatakan, sebelum terjadi bencana ia memiliki usaha meubel atau perabotan rumah tangga dengan omset per bulan Rp 15 sampai Rp20 juta.

Eda Nurely, Kepala Dinas Koperasi dan UMK Provinsi Sulawesi Tengah, mengatakan, selain bantuan permodalan yang berasal dari pemerintah pusat, pihaknya juga melakukan kegiatan-kegiatan pelatihan bagi para pelaku UMKM di wilayah Pasigala.

Reporter/Foto : Mohammad Fais Syafar
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini