Pelatihan Perempuan Penyintas di Balaroa – Palu

0
1291

PALU – Sedikitnya 30 perempuan korban likuifaksi Balaroa, kini sedang menjalani pelatihan keterampilan membuat makanan olahan berbahan cokelat. Ibu ibu ini mendapat bimbingan dari Libu Perempuan dengan mengambil lokasi di rumah ramah perempuan Sport Center – Balaroa.

Rahmawati dari Ruang Ramah Perempuan Balaroa, mengatakan tak hanya cokelat. Penyintas dibekali pengetahuan makanan olahan yang bahan bakunya mudah mereka dapatkan. Seperti, pembuatan keripik kelor dan merangkai bunga.

Hasil karya ibu ibu penyintas ini dipromosikan diberbagai pamarena yang digelar oleh lembaga maupu Dinas Perempuan dan anak (DP3A).

Pemberdayaan ini diakui dirasakan manfaatnya. Setidaknya itulah yang dikemukaan Ibu Ela salah satu penyintas di Balaroa. Pelatihan keterampilan tersebut tak hanya untuk ”membunuh” waktunya kosong di tenda pengungsian. Tapi juga memberikan manfaat karena menambah keterampilan yang mereka dapatkan.

Rahmawati dari Ruang Ramah Perempuan Balaroa, mengatakan penguatan kapasitas, pendampingan dan penguatan ekeonomi menjadi fokus mereka untuk memberdayakan perempuan penyintas di tenda pengungsian. Tak hanya di Balaroa, Libu Perempuan juga melakukan kegiatan yang sama di Petobo, Sigi dan Pombeve serta Sibalaya. Di Kabupaten Donggala Libu Perempuan juga melakukan pemberdayaan di Balipantoloan Ova. *

Penulis: Istianah Sirajudin
Editor  : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini