Pasokan Listrik di Tenda Pengungsian Belum Merata

0
117

PALU – Lebih dari dua bulan pascabencana, belum seluruh tenda pengungsian di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, teraliri listrik.

Salah satu Ketua RT di Petobo, Abdul Naim, mengatakan, dari 25 tenda yang berada di blok pengungsiannya, hanya tujuh tenda yang dapat teraliri listrik.

Sumber listrik di blok tersebut hanya berasal dari hunian milik pengungsi yang kebetulan memiliki meteran listrik. Dari sinilah listrik kemudian dialirkan ke beberapa tenda, termasuk di antaranya adalah tenda khusus dapur umum.

“Tidak semua tenda dapat listrik. Di tenda saya saja disitu tidak ada listriknya. Hanya beberapa tenda saja yang dapat lampu. Jadi tidak merata listriknya,” kata Naim.

Hal ini membuat para pengungsi cukup terhambat dalam melakukan berbagai aktivitas di area pengungsian.

Pasokan listrik yang belum merata itu, ditambah dengan seringnya pemadaman di lokasi pengungsian. Menurut Abdul Naim, pemadaman listrik yang dialami para pengungsi pun tidak menentu. Biasanya listrik padam sepekan sekali, bahkan pernah terjadi dalam beberapa hari.

Seperti saat penulis datang Kamis kemarin, Abdul Naim bercerita bahwa listrik di bloknya baru saja menyala setelah pemadaman lebih dari satu jam.

Berjarak 100an meter dari tenda milik Naim, beberapa tenda pengungsian memiliki masalah yang berbeda soal pasokan listrik.

Hal ini diungkapkan Iza, salah seorang pengungsi di lokasi tersebut. Selain listrik yang kurang merata, listrik yang mereka nikmati di tenda pengungsian juga seringkali tidak stabil.

Ketidakstabilan listrik ini menurutnya kemungkinan terjadi karena daya tegangan listrik yang tidak mampu menerima pemakaian listrik dari para pengungsi. Sehingga kemudian sekring yang berada dalam meteran listrik sering turun.

“Listrik di sini biasa turun kalau banyak orang yang pakai. Barangkali daya listriknya ini kecil, makanya sering turun meteran,” katanya.

Padahal listrik cukup penting untuk berbagai keperluan seperti untuk menyalakan kipas angin, lampu di malam hari, televisi, hingga untuk mengisi baterai ponsel.

Hingga dua bulan lebih pasca bencana, ia mengaku belum ada pemberitahuan maupun sosialisasi dari pihak PLN terkait penggunaan listrik di area pengungsian.

Reporter: Zulrafli Aditya
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini