Oxfam Bantu Air Bersih hingga Modal Usaha

0
151

PALU – Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK)-Oxfam terlibat langsung dalam pemulihan Kota Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala) pascabencana 28 September 2018. Banyak hal yang telah dilakukan di antaranya menyediakan alat kebersihan, peralatan kerja, air bersih hingga modal usaha.

Officer EFSVL JMK-Oxfam, Maman Natawijaya, mengatakan, telah mendistribusikan 6.400 unit alat kebersihan (Cleaning kit) dan peralatan kerja ke 19 desa.
“Peralatan itu juga diperuntukkan bagi 815 petani garam di Talise,” kata Maman saat menggelar Media Gathering di salah satu Café di Kota Palu, Rabu, 10 Juli 2019.

Oxfam juga merampungkan produksi air bersih sebanyak 29, 64 juta liter yang berada di 5 lokasi, kemudian pendistribusian air sebesar 10,78 juta liter di 298 lokasi.

Selain itu, Oxfam menyediakan sarana-prasarana serta sanitasi pada masa gawat darurat yang dimulai Oktober 2018 hingga Maret 2019. Penyediaan air bersih dilengkapi dengan edukasi agar penyintas bencana hidup bersih di lokasi pengungsian.

Untuk mendukung pemulihan ekonomi, EFSVL JMK-Oxfam menyalurkan modal usaha sebesar Rp8,9 miliar yang disebar ke-19 desa dan 7439 KK melalui program kerja Cash For Work.

Sementara di fase kedua ini, lanjut dia, Oxfam fokus pada pemulihan ekonomi dengan bantuan multiguna yang bisa digunakan masyarakat untuk bertahan hidup.

Pada fase ini, keterampilan penyintas akan ditingkatkan agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Termasuk regulasi mengenai kesiapsiagaan bencana dengan menghadirkan desa tangguh bencana melalui peraturan desa.

Melalui desa tangguh bencana tersebut, pemerintah desa dan masyarakat harus memiliki perencanaan dalam persiapan menghadapi bencana, tahap darurat, dan pemulihan yang mencakup rekonstruksi dan rehabilitasi.

JMK Manajemen, Nining Rahayu, menambahkan, agar perencanaan menghadapi bencana berjalan dengan baik maka dibutuhkan sebuah komite yang berisikan perwakilan warga. Komite tersebut harus disepakati bersama oleh seluruh unsur warga dengan melibatkan keterwakilan baik itu perempuan, laki-laki, kelompok pemuda, rentan serta disabilitas.

“Komite ini akan berjalan beriringan dengan kader-kader kesehatan, baik yang sudah ada ataupun dibentuk jika diperlukan.” kata Nining.[]

Penulis : Muhammad Qadri
Foto : Muhammad Qadri
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini