Nelayan Kampung Lere Belum Bisa Melaut

0
139

PALU – Dua bulan pasca terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami, warga terdampak bencana masih membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk keperluan hidup mereka. Termasuk sejumlah nelayan di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu atau yang biasa disebut dengan wilayah Kampung Lere.

Gelombang tsunami yang menyapu wilayah pesisir pantai turut menghanyutkan perahu dan alat tangkap milik nelayan Kampung Lere. Hal ini membuat para nelayan hingga kini belum bisa turun melaut secara maksimal.

Salah satunya adalah nelayan bernama Kona. Perahu dan alat tangkap miliknya yang selama ini ia gunakan untuk mencari nafkah, kini tak berbekas.

Ia bersama beberapa nelayan lainnya saat ini hanya mengandalkan beberapa unit perahu yang masih tersisa. Nelayan yang masih memiliki perahu biasanya turun melaut dalam satu perahu bersama nelayan yang hanya memiliki alat penangkap ikan.

“Habis semua kita punya disini. Perahu, alat penangkap ikan, jala, rumpon. Kami disini sekarang ada yang punya rumpon tapi tidak ada perahu, ada yang punya perahu tapi penangkapnya tidak ada. Ada juga yang habis semua, habis perahu habis alatnya juga,” tutur Kona, Selasa kemarin.

Para nelayan sebelumnya masih enggan untuk melaut karena rasa trauma dan bahaya yang selalu mengintai mereka. Namun sejak dua minggu yang lalu, mereka memutuskan untuk kembali turun ke lautan untuk menangkap hasil laut.

“Satu bulan lebih kemudian baru kami berani turun. Baru dua minggu kami melaut seperti ini,” ucapnya.
Seorang nelayan lainnya bernama Abu menjelaskan, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah setempat berupa perahu dan alat penangkap ikan.

Meski pemerintah disebut akan memberikan bantuan tersebut kepada para nelayan. Namun ia sendiri belum tahu kapan bantuan perahu ini akan diberikan.

Menurut dia, banyak di antara mereka yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan terancam kehilangan pekerjaan, karena ketiadaan perahu dan alat tangkap. Maka dari itu, ia berharap agar bantuan tersebut bisa disegerakan oleh pemerintah.

“Perahu yang rusak katanya mau diganti pemerintah tapi belum ada. Kami disini juga belum tahu kapan perahu itu ada. Kami harap pemerintah bisa membantu dengan cepat,” ujarnya.

Bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang baru turun berupa cat kayu, yang akan digunakan oleh nelayan untuk mengecat kembali perahu mereka.

Selain itu, banyak diantara para nelayan yang rumahnya rusak bahkan kehilangan tempat tinggal akibat disapu gelombang tsunami. Hingga kini, mereka yang kehilangan rumah masih tetap bertahan di halaman Masjid Agung Darussalam Palu sembari berharap ada bantuan rumah dari pemerintah.

“Banyak di antara kami yang hilang rumahnya dan sekarang mengungsi di Masjid Agung. Kami berharap sekali ada bantuan rumah dari pemerintah,” harap Abu.

Reporter : Zulrafli Aditya
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini