Membangun Kesadaran Masyarakat Dalam Mengurangi Risiko Bencana

0
933

SIGI –Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sigi, NGO dan TNI/Polri yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), menggelar kongres pembentukan FPRB yang di laksanakan belum lama ini, di Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Kongres perdana ini dihadiri langsung Bupati Sigi Irwan Lapata, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sigi Asrul Redjapori, serta perwakilan lembaga, yayasan kemanusiaan, dan elemen masyarakat sipil lainnya yang selama ini bekerja menanggulangi bencana di Sigi.

Kepala BPBD Sigi, Asrul Redjapori mengatakan, kongres dengan tema ”Menuju Sigi Tangguh” dilaksanakan untuk membangun kesadaran pihak terkait maupun masyarakat dalam mengurangi, mencegah dan meminimalisir segala aspek kerugian yang diakibatkan oleh bencana alam.

FPRB tingkat kebupaten ini juga, lanjut dia, akan diturunkan ke jenjang kecamatan dan desa. “Pengurus forum terdiri dari instansi pemerintah, elemen pegiat penanggulangan bencana, serta tokoh informal seperti tokoh adat dan agama,” ujarnya.

Forum ini akan bekerja untuk menyiapkan masyarakat menghadapi bencana sesuai karakteristik wilayahnya, mulai dari banjir, longsor, gempa bumi, hingga likuefaksi.

“Sasarannya ialah membentuk desa tangguh bencana dan kelompok sadar bencana. Semua elemen akan bekerja untuk tujuan itu,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Manajer Area Sulteng Islamic Relief Worldwide Novanto Agus, menurutnya forum ini, akan diberdayakan di tingkat desa hingga ke dusun-dusun sebagai upaya menyiapkan seluruh warga saat menghadapi bencana.

“Semoga dengan pembentukan forum yang telah diresmikan bupati, mampu memenuhi hak-hak setiap warga dalam persiapan dan penanggulangan bencana,” ungkap Agus.

Islamic Relief Worldwide sendiri merupakan salah satu lembaga kemanusiaan internasional yang memfasilitasi pembentukan FPRB Sigi sejak awal digagas.

Sejumlah desa di Sigi sudah memasukkan anggaran mitigasi bencana di dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Desa (APBD). Salah satunya Desa Karawana melalui kepala desanya, Abdul Rahman, memastikan akan memasukkan anggaran mitigasi bencana untuk tahun 2019 dan 2020 walaupun tak menyebutkan jumlah alokasi anggarannya.

“Alokasi anggaran itu, telah disepakati dalam musyawarah bersama. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dan simulasi terkait gempa,” terangnya.

Kata dia, saat bencana 28 September 2018 terjadi, meski tidak ada korban jiwa di desanya, tetapi sekitar 100 rumah rusak parah akibat guncangan gempa.

Bupati Sigi, Irwan Lapata mengatakan, sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah warganya beserta beberapa stakeholders yang telah bekerja sama membangun forum yang berfokus pada membangun kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana alam.

“Peristiwa 28 September silam, sangat membekas bagi diri saya. Untuk itu, saya berharap dengan adanya FPRB ini dapat mengurangi risiko bencana di Sigi,” ujarnya.

Selain itu, ia menyampaikan pemkab Sigi juga sedang menyusun peraturan daerah guna memperkuat mitigasi dan penanganan bencana alam.

Mewujudkan hal itu, kata dia, sangat membutuhkan waktu, namun hal itu harus dilakukan. Untuk itu, ia berharap FPRB dapat memberikan sumbangsi usulan terkait perda tersebut.

Irwan memastikan, pembangunan Sigi ke depan harus memperhatikan aspek kebencanaan. Semisal pembangunan perumahan, perlu memiliki standar ketahanan terhadap gempa.

Kemudian dari aspek pendidikan mulai di terapkan pendidikan mitigasi bencana di sejumlah sekolah dalam bentuk muatan lokal.

Pembentukan FPRB Sigi mulai dibentuk pada tanggal 9 Mei 2019, dan merupakan salah satu hasil rekomendasi dari kajian Indeks Ketahanan Daerah Kabupaten Sigi yang dilakukan oleh BNPB akhir tahun 2018.

Pembentukan Forum PRB Daerah juga diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana pasal 8 yang mendorong pelibatan forum dalam penysunan Rencana Aksi Daerah – Pengurangan Risiko Bencana (RAD-PRB).

Didalamnya diatur bahwa anggota forum ini meliputi unsur dari pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, lembaga usaha, media, dan komunitas internasional.

Jika dikutip dari buku panduan FPRB Sigi, tujuan umum dibentuknya forum mitigasi bencana ini terdiri dari delapan poin, di antaranya:
1. Mendukung percepatan penyusunan kajian risiko bencana Kabupaten Sigi
2. Mendukung percepatan penyusunan rencana penanggulangan bencana daerah Kabupaten Sigi.
3. Mendukung strategi dan pencapaian sasaran untuk mewujudkan visi dan misi penanggulangan bencana Kabupaten Sigi
4. Mendukung percepatan pembentukan Forum PRB di level desa.
5. Menyelaraskan berbagai kebijakan, program dan kegiatan PRB ditingkat pusat dan pemerintah provinsi dan Kabupaten Sigi agar dapat mendukung tercapainya tujuan-tujuan PRB Indonesia dan di Sigi serta terwujudnya ketahan dan ketangguhan bangsa terhadap bencana.
6. Memperkuat sinergitas pengurangan risiko bencana di Sigi.
7. Membangun mekanisme dan budaya sadar bencana di Sigi.
8. Memastikan bahwa pengurangan risiko bencana menjadi sebuah prioritas pembangunan di Kabupaten Sigi.

Reporter : Mohammad Fais Syafar
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini