Melihat Wajah Semringah Anak Anak Korban Gempa di Pasigala

0
144

PALU – Senyum semringah tampak menghiasi ratusan wajah remaja putri. Mereka tampak gembira. Mereka tampak percaya diri unjuk kebolehan di atas panggung berukuran 10 x 6 meter. Tidak ada kecanggungan. Gestur yang luwes dan energik memperlihatkan energi dan harapan yang besar akan masa depan dalam diri anak-anak itu.

Mereka adalah anak-anak korban gempa bumi, tsunami dan liquefaksi di wilayah Palu, Sigi dan Donggala – Pasigala. Penampilan ceria ratusan remaja putri di Taman GOR Palu, Minggu 28-2019, mengindikasikan mereka telah move on, begitu Wiwit Sri Arianti Child Protection Manager dari Yayasan Tunas Cilik menyebutnya.

Hajatan bertajuk Expo Remaja ini, menghadirkan ratusan anak remaja putri di wilayah terdampak gempa di Pasigala sebut Wiwit sebagai ajang unjuk unjuk kreativitas anak-anak korban musibah untuk menunjukkan talentanya. ”Penampilan anak-anak ini memperlihatkan bahwa mereka sudah pulih dari trauma gempa. Istilah remajanya move on,” sebutnya.

Remaja – remaja putri ini tinggal di wilayah terdampak yang merupakan basis pendampingan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) selama ini. Sri Arianti menyebut, sedikitnya ada 600 remaja putri yang didampingi YSTC. Mereka tersebar di 11 daerah di Palu, Sigi dan Donggala.

Sejak awal turun melakukan pendampingan kepada anak-anak sampai hari ini sebutnya, tingkat kepulihannya mencapai 90 persen. Hal ini sebutnya cukup menggembirakan karena respons remaja ini untuk menata dan menatap masa depannya sebenarnya cukup baik. ”Mereka pulihnya termasuk cepat. Kita berharap trend positif ini terus ada dalam diri anak-anak,” harapnya.

Firna adalah salah satu peserta dalam Expo Remaja di Taman GOR Palu, mengatakan ia sangat terhibur dalam expo remaja tersebut. Karena para sekondannya yang tampil, bisa membawakan tarian dengan sangat menghibur. Padahal itu tari kreasi. Pas tadi ada dance korea, lucu tapi saya suka,” cerocosnya.

Expo Remaja berlangsung sehari dengan menghadirkan bermacam pertunjukan dari remaja putri di Pasigala. Antara lain, tarian, lomba, kabaret pernikahan anak, senam kreasi dan musik serta donor darah. Ada pula testimoni resiliensi.

Di ajang ini ditampilkan testimoni resiliensi. Para remaja akan menyampaikan ketahanan dan adaptasi mereka pascagempa sehingga mampu bangkit dan akhirnya survive seperti yang terlihat saat ini.

Program resiliensi remaja YSTC sebutnya, merupakan salah satu intervensi YSTC dalam sektor perlindungan anak dalam situasi darurat. Program ini merupakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengatasi masalah. Hajatan sehari ini mendapat sambutan antusias dari remaja putri.

Menurut Sri Arianti, expo remaja ini juga bagian dari YSTC untuk mengampanyekan pernikahan anak. Karena itu diakhir acara akan ada deklarasi stop pernikahan anak. Pernikahan anak kini menjadi masalah serius di masyarakat. Perlu ada gerakan bersama dan kampanye yang masif untuk mencegah pernikahan anak di bawah umur makin meluas. ***

Penulis + Foto: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini