Melatih Masyarakat Menyusun Konsep Rekonstruksi Berbasis Komunitas

0
145

SIGI – Masyarakat di empat desa yang masing-masing tersebar di Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, mengikuti pelatihan Membangun Konsep Kerja Rekonstruksi Berbasis Komunitas Pasca Konflik dan Pasca Bencana di Sulawesi Tengah. Pelatihan ini dilaksanakan selama tujuh hari, dari 3 – 10 April 2019, di Objek Wisata Pemandian Air Panas Desa Bora, Kabupaten Sigi.

Sekretaris Jenderal SKP-HAM Sulteng, Nurlaela Lamasitudju, Kamis (4/4/2019) menjelaskan, pelatihan ini merupakan kolaborasi antara SKP – HAM Sulteng, Institut Mosintuwu dan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKA). Adapun peserta yang ikut berasal dari Desa Lemusa, Kabupaten Parigi Moutong, Desa Labuan Toposo dan Desa Toaya, Kabupaten Donggala, serta Desa Soulowe, Kabupaten Sigi.

Pada pelatihan ini, peserta secara berkelompok berdasarkan desa masing-masing, mendiskusikan tema yang diberikan oleh fasilitator. Desa Toaya yang merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana 28 September 2018 lalu, sehingga peserta dari desa tersebut diminta untuk mendiskusikan perubahan fisik yang ada di desanya, sebelum dan sesudah bencana.

Sementara itu, untuk peserta dari Desa Soulowe, yang juga wilayah terdampak bencana, mendiskusikan perubahan sosial budaya dan politik di desanya, sebelum dan sesudah bencana.

Untuk peserta dari Desa Labuan Toposo yang juga terdampak bencana, diminta mendiskusikan tentang pengalaman-pengalaman selama bencana dan masa tanggap darurat berlangsung, juga jika ada korban yang akhirnya ikut menjadi relawan.

Sementara itu, peserta dari Desa Lemusa yang merupakan wilayah penyangga, bertugas menceritakan pengalaman mereka selama menjadi wilayah yang membantu atau mendukung upaya pemulihan pasca bencana di Sulawesi Tengah.

Nurlaela berharap, melalui pelatihan ini, masyarakat di keempat desa tersebut, memiliki kerangka konsep kerja rekonstruksi berbasis komunitas, pasca konflik dan pasca bencana di wilayahnya. Masyarakat juga diharapkan mampu memahami konsep-konsep rekonstruksi berbasis komunitas, untuk diterapkan di wilayahnya. ***

Penulis & Foto: Jefrianto
Editor: Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini