Masih Trauma, Warga Tipo Bermalam di Tenda

0
208

Palu – Sejumlah warga penyintas bencana di Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, hampir tiga bulan ini enggan bermalam di rumah mereka. Warga masih trauma dengan bencana gempa dan tsunami yang pernah menerjang pemukiman mereka 28 September lalu.

Fatmi, salah satu penyintas, mengatakan, saat malam hari ia dan beberapa warga memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Pada pagi harinya, warga baru kembali ke rumahnya masing-masing untuk beraktivitas.

Sebagai tempat bermalam, warga mendirikan tenda pengungsian sendiri di Tumbelaka. Tenda itu mereka buat sendiri berbahan terpal dan bambu. “Hampir satu bulan kami di Posko Tumbelaka ini,” kata Fatmi, Selasa kemarin.

Sebelum mendirikan tenda di Tumbelaka, pada Oktober-November, mereka mengungsi di dekat Puskesmas Lekatu. Total ada 40 keluarga yang terdampak bencana.

Sebelum bencana, Fatmi dan sejumlah warga lainnya membuka lapak untuk berjualan aneka makanan dan minuman ringan di area wisata Pemandian Tumbelaka.

Namun tsunami melenyapkan lapak dan seluruh isi dagangan mereka. “Sekarang saya cuma bisa jualan pisang goreng,” katanya.

Fatmi pun berharap agar pemerintah memberikan modal usaha agar ia bisa membuka dagangan kembali.[]

Reporter dan foto: Muhammad Faiz
Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini