Konsumsi Mie Instan Berlebihan, Pengungsi Rentan Sakit

0
134

PALU – Terlalu sering mengkonsumsi mie instan, membuat pengungsi rentan terkena berbagai penyakit kulit dan gangguan pencernaan. Isna, pengungsi di Balaroa, mengatakan, kedua anaknya sering menderita gatal-gatal pada kulit hingga mengalami diare tanpa henti. Menurutnya, ia memang menyajikan mie instan setiap hari untuk anaknya yang berumur lima tahun dan bayinya yang belum genap satu tahun.

“Lantaran biasa makan mie ada sampai gatal-gatal dengan menceret (diare) terus juga. Terus biasa juga anakku batuk. Kalau orang lain juga ada yang alergi lantaran makan mie,” kata Isna, Selasa lalu.

Pos Kesehatan di Balaroa, Palu Barat, sering didatangi warga yang mengalami keluhan tersebut. Dr Siti Marwah di Pos Pelayanan Kesehatan Balaroa, mengatakan, setiap hari selalu ada pengungsi yang mendatangi poskonya dengan beragam keluhan. Namun rata-rata di antara mereka mengeluhkan gatal-gatal pada kulit, buang air besar (BAB) yang berlebihan, muntah, pusing, bahkan alergi.

Sebagian besar pasien yang mengalami keluhan tersebut adalah anak-anak dan balita.

Siti menduga berbagai penyakit itu akibat mengkonsumsi mie instan secara berlebihan.

“Dampak mengkonsumsi mie instan secara berlebihan memang menyebabkan berbagai penyakit, terlebih jika mie instan tersebut dimakan setiap hari,” kata Siti Marwah, Selasa kemarin.

Terkait permasalahan kesehatan di Balaroa, Siti berharap kepada para pengungsi untuk mengurangi porsi mie instan. “Mie instan sama sekali tidak disarankan untuk dimakan setiap hari. Karena bisa membuat kita rentan dengan masalah pencernaan dan lain-lain,” himbaunya.

Dokter Firah dari Posko Kesehatan Jl Alkhairat Tondo, mengatakan, pengungsi di wilayah itu juga sering mengidap gatal-gatal dan diare. Namun penyakit yang diderita pengungsi masih dalam tahap ringan sehingga hanya membutuhkan rawat jalan.

Untuk mekanisme pelayanan kesehatan di posko, para tenaga kesehatan membagi jadwal menjadi tiga kali shift yakni pagi, siang dan malam. Shift pagi dimulai jam 07.00 WITA sampai jam 14.00 WITA, berlanjut pukul 14.00 WITA hingga 19.00 WITA dan 19.00 hingga 07.00 WITA hari berikutnya.

Firah menjelaskan stok obat-obatan di pengungsian selalu tersedia cukup. Obat-obatan tersebut dipasok langsung oleh Pusat Kesehatan Masyarakat Kota Palu.

Reporter: Zulrafli Aditya dan Rizaldi

Editor: Ika Ningtyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini