Komik Nalingu, Mengerti Mitigasi Bencana di Usia Dini

0
641

PALU – Medium pembelajaran tentang kebencanaan kini makin mudah dan bisa diakses semua orang tanpa batasan usia. Salah satunya adalah melalui buku komik. Judulnya Nalingu.

Dicomot dari kata lingu yang dalam bahasa percakapan Kaili berarti akibat goncangan gempa yang hebat. Dalam istilah lain bisa juga disebut nabanggesi. Sedangkan kejadian tsunami sebagai gelombang naik kemudian dinamakan Bombatalu atau Nombatompesaka.

Buku yang disusun oleh Jurnalis Koran MAL Palu, Jamrin Abubakar. Jamrin sendiri selama ini dikenal sebagai penulis tentang kebudayaan Kaili yang produktif.

Jamrin mengungkapkan, untuk lebih mendekatkan komik ini dengan pembaca lokal, khususnya anak-anak, maka karakter dalam buku ini mengambil nama-nama yang identik dengan keseharian dalam masyarakat Kaili. Misalnya, Tuama, Tina, Yojo, Dei dan Mangge. Begitu pula dengan pengungkapan istilah nama bencana alam sarat dengan istilah Kaili.

Plot cerita dalam komik setebal 40 halaman itu, mengambil seting cerita tentang peristiwa gempa bumi dan tsunami dan liquefaksi pada 28 September 2018 silam.

Di dalam komik ini urai Jamrin, digambarkan sebuah keluarga dan anak anaknya yang selamat dari amuk bencana karena mereka memiliki pemahaman yang memadai soal mitigasi bencana dari sekolah. Setelah selamat dari lindasan gempa, komik dengan gambar berwarna ini pun, menceritakan bagaimana seorang tua laki-laki (ayah) dan istrinya beserta tiga orang anak bertahan dalam situasi bencana alam.

”Di komik ini saya mencoba menggambarkan bagaimana keluarga selamat dari gempa karena pemahaman mitigasi yang baik hingga bertahan hidup setelah gempa berlalu,” ulasnya.

Kelak komik ini diharapkan menjadi bacaan anak-anak di TK, SMP dan SMA. Bahkan para orang tua, mestinya mengetahui isi komik ini untuk bahan cerita kepada anak-anaknya. Entah menjadi obrolan santai di beranda rumah atau ceritera pengantar tidur anak-anak mereka.

Dikatakannya, untuk cetakan pertama sebanyak 500 eksemplar. Harapannya sambung pria ramah ini, pemerintah Sulawesi Tengah melakukan penggandaan komik ini sehingga bisa menjangkau ke seluruh wilayah.

Penulisan komik yang bekerjasama dengan Unicef dan Yayasan Karampuang, penulisnya satu orang. Sedangkan ilustrasinya melibatkan tiga orang, Al-Gifari, Muhammad Afiat Lahalido dan Moh. Gugun Ramadhan. Besok Rabu, 19 Juni 2019, peluncuran komik Nalingu akan digelar di Palu ***

Penulis: Yardin Hasan
Foto: Jamrin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini