Kisah Indra, Mengais Rezeki dari Barang Rongsokan

0
338

PALU – Hari masih pagi, Indra sudah bergelut dengan barang rongsokan. Tangan kanannya memegang obeng, lalu membuka penutup kipas angin yang telah rusak.

Setelah penutup kipasnya terbuka, ia pun membersihkan debu yang menempel di sela-sela dinamo, lalu mulai mengidentifikasi kerusakan kipas. Tidak lama kemudian titik kerusakan telah ia temukan.

Penyintas yang tinggal di hunian sementara, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu ini, terus mengutak-atik barang elektronik tersebut, lalu di sambungkan ke sumber listrik. Kipas angin itu pun berputar normal.

Dengan senyum sumringah Indra mengucap rasa syukur “Alhamdulillah kipas anginnya berhasil diperbaiki,” ujarnya.

Memperbaiki barang-barang elekronik yang rusak, seperti kipas angin, televisi, kulkas, mesin cuci dan lainnya sudah menjadi aktivitas Indra setiap hari.

“Sudah 3 tahun saya melakoni usaha jasa service elektronik ini,” kata ayah dua anak ini, Kamis (29/8/2019).

Saat terjadi gempa, usaha jasa service milik Indra sempat terhenti karena, semua alat-alat elektronik baik yang sudah selesai diperbaiki maupun yang belum telah hancur tertimpa tembok rumahnya yang ambruk akibat guncangan gempa yang dasyat.

“Usaha ini baru saya buka lagi, pasca lebaran Idul Adha. Saat gempa terjadi, usaha ini sempat terhenti,” katanya.

Menurut dia, alat-alat service seperti obeng, solder, avo meter dan lainya di belinya satu persatu dari hasil kerjanya sebagai seorang sopir.

Kata dia, keterampilanya memperbaiki barang elektronik, ia peroleh secara otodidak. Awalnya ia selalu mengamati para tukang service yang lagi bekerja, lalu di praktekkan dengan memperbaiki barang-barang elektronik rongsokan.

Setelah mahir maka dirinya membuka jasa service seperti saat ini.

Bahkan, kata dia, untuk memperdalam pengetahuannya memperbaiki barang elektronik yang rusak, terkadang ia membeli barang di loakan (penjual barang bekas) untuk dijadikan sebagai media belajar.

“Banyak pula barang elektronik dinamo kipas terbakar, saat saya pertama kali belajar service,”ucapnya sambil tersenyum.

Namun berkat ketekunan, keuletan dan kemauan yang kuat akhirnya dirinya bisa menguasai keahlian tersebut.

Sesekali ia menggunakan sosial media melalui akun facebooknya untuk mengabarkan kepada khalayak kalau dirinya membeli barang-barang elektronik yang rusak. Selain itu, ia juga menawarkan jasa perbaikan dan menjual barang elektronik bekas yang sudah diperbaiki.

“Terkadang, ada pula orang-orang yang memberikan barang elektronik yang rusak secara gratis,” tuturnya.

Kata dia, setiap kali dia memposting tawaran jasa service maupun mencari barang rongsokan, langsung di respon warganet. Bahkan, sudah ratusan kipas dan elektronik lainya yang sudah terjual.

Ia pun memberikan garansi kepada pembeli selama tiga bulan.

Kata dia, usaha jasa elektronik ini, merupakan pekerjaan sampingan Indra mengisi waktu luang sebagai sopir kampas air mineral pada salah satu perusahaan di Kota Palu.

Dari pekerjaan sampingan inilah, Ia memperoleh uang tambahan untuk memenuhi belanja keluarga sehari-hari, sambil menunggu gajian bulanan sebagai sopir.

“Alhamdulillah uang diperoleh bisa menutup biaya hidup sehari-hari,” ujarnya.

“Prinsip saya yang penting mau belajar dan punya kemauan apapun itu pasti berhasil, tidak perlu takut gagal.” tambahnya.

Reporter/Foto :Ikram
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini