Kini Irigasi di Desa Takulowi Sudah Dialiri Air

0
217

PALU – Sejak Oktober 2018 lalu, Konsorsium Emergency Response Capacity Building (ERCB) telah mengerjakan beberapa program di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala). Salah satu yang dikerjakan adalah memperbaiki jaringan irigasi yang membentang dari Desa Bolapapu hingga ke Desa Tangkulowi, di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.

Ratu Hasan, mantan Kepala Desa Bolapapu, mengatakan, ERCB memperbaiki jaringan irigasi sepanjang sekitar 500 meter. Namun tidak hanya memperbaiki jalurnya saja, lima struktur pintu distribusi pun dibangun dan meratakan aliran air agar mencapai Desa Tangkulowi.

“Walaupun tidak semua area jaringan irigasi tersebut dicakup oleh ERCB, namun apa yang dikerjakan ERCB itu yang menjadi kebutuhan utama saat ini,” kata Ratu.

Menurutnya ada kurang lebih 70 hektar sawah yang terselamatkan ketika jaringan irigasi dari Desa Bolapapu hingga Desa Tangkulowi ini sudah diperbaiki, ditingkatkan, dan dapat berfungsi dengan baik.

Kini air sudah bisa mengalir hingga ke Desa Tangkulowi. Jangka waktu pengerjaan cukup cepat, kurang lebih satu bulan.

Kendala utama yang dihadapi adalah ketika dilakukan penutupan aliran air untuk pembuatan dinding dan pengerasan alas, sementara ada warga yang butuh sawahnya untuk dialiri.

“Ya jalan keluarnya, kita kejar dulu hingga setengah naiknya dinding, begitu keras, air bisa dialirkan dan kita bisa lanjutkan yang setengahnya,” tambah Hasan.

Sebelum diperbaiki, pintu distribusi di bagian hulu jalur irigasi sudah rusak akibat dihantam banjir bandang tahun 2011. Namun kondisinya semakin parah akibat terjangan longsor dari Desa Namo pada 28 September 2018 lalu.

Rusaknya pintu distribusi tersebut mengakibatkan tidak bisa mengatur debit air yang masuk ke arah jalur irigasi. Di sepanjang jaringan irigasi tersebut, sebagian besar bagian sisi atau dindingnya masih berupa tanah. Sehingga jika aliran airnya deras, kata dia, akan menggerus bagian dinding tersebut.

Pada 21 Mei 2019 lalu, Tim Kareba Palu Koro menyusuri jaringan irigasi yang berada di Desa Tangkulowi nampak air sudah mengalir hingga ke desa tersebut. Jalur-jalur yang sebelumnya rusak dan kering, kini sudah diperbaiki dan terisi air sehingga warga bisa memanfaatkan airnya.

Jefri, koordinator pelaksana yang ditunjuk untuk perbaikan jaringan irigasi di Desa Tangkulowi mengatakan, memang saat ini kerusakan belum selesai seratus persen diperbaiki, tapi sebagian besar sudah dikerjakan.

“Kendala sama juga, ketika kita tutup aliran dan ada warga yang membutuhkan,” kata Jefri.

Selain itu, ketika menelusuri jalur irigasi, kata dia, masih terdapat ada oknum warga yang membuat sodetan di jalur air untuk mengairi sawah milik mereka. Padahal, jalur tersebut sudah disemen.

Mengenai hal itu, Agus Suranto, koordinator teknis ERCB dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) kemudian memberi petunjuk teknis.

“Untuk aliran yang keluar dibuat sedikit lebih tinggi dari jalur air ini. Ini untuk menjaga debit air tetap bagus mengalir ke bawah tanpa menutup kebutuhan warga yang melakukan sodetan jalur air,” jelas Agus.

Menurutnya, pintu-pintu distribusi yang dibangun sebenarnya untuk mengakomodir kebutuhan warga akan air sembari menjaga air tetap mengalir hingga ke bagian hilir.
“Dengan melakukan pendekatan, kemudian memberi pengertian bahwa ini untuk kepentingan bersama perlahan – lahan dapat diatasi.” Tandasnya. (mdk)

Sumber artikel dan foto : Buletin Emergency Response Capacity Building (ERCB)
Editor : Sarifah Latowa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini