Kepsek Curhat Tidak Pernah Belajar Daring ke Menteri Nadiem

0
97
DISKUSI - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim melakukan kunjungan di SDN 15 Palu, Kamis (5/11). (f-Kristina Natalia)

PALU – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim melakukan kunjungan di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ia tiba di Palu pada Rabu (4/11) dan kembali ke Jakarta pada Kamis (5/11) sore.
Kunjungan kali ini untuk melihat pembangunan di sektor pendidikan, pascagempa yang diikuti bencana nonalam, pandemi Covid-19.

Selama di Kota Palu, Nadiem melakukan kunjungan di empat sekolah di Kota Palu. Empat sekolah tersebut yakni SMKN 8 Palu, TK Alkhaerat Palu, SDN 15 Palu dan SMKN 7 Palu.

Pada kunjungan tersebut Nadiem banyak mendengar cerita perwakilan guru dari berbagai sekolah di Kota Palu tentang pembelajaran daring yang tidak berjalan maksimal dan pembagian paket data yang tidak efektif di tengah pandemi COVID-19.

Seperti yang disampaikan Kepala Sekolah SDN Inpres Watusampu Palu, Arham pada pertemuan di SDN 15 Palu, Kamis (5/11). Arham mengeluhkan pembagian paket data belajar untuk siswa dan guru yang tidak efektif.

Tidak hanya itu, keterbatasan ekonomi jadi kendala siswa tak punya smartphone. “Ada 146 siswa kami dan kebanyakan tidak punya hp android, kalaupun ada pasti terkendala dengan paket data dan jaringan karena siswa kebanayakan tinggal di gunung,” terangnya.

Arham mengatakan sejak Maret hingga November ini, SDN Inpres Watusampu Palu tidak pernah belajar daring atau pembelajaran dengan jaringan internet. Sehingga tenaga pengajar yang terdiri dari 2 guru berstatus PNS dan 6 guru honor melakukan pembelajaran di rumah siswa.

Pembelajaran dari rumah ke rumah siswa ini pun dianggap sulit mengingat jarak tempuh guru ke rumah siswa yang cukup jauh dan akses jalan tanjakan. “Sudah dibuatkan jadwal satu, 25 menit belajar. Satu guru mengajar 5 siswa, senin sampai rabu untuk kelas 1,2 dan 3 kemudian 4,5 dan 6 hari Kamis sampai Sabtu,” jelas Arham.

Keluhan ini pun telah disampaikan Arham langsung kepada Nadiem, sayangnya Arham mengaku belum menerima solusi. “Pak Menteri hanya menyampaikan secara umum dan tidak secara khusus untuk kami yang punya kendala seperti ini,” tutur Arham.

Sementara itu menanggapi hal itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim mengatakan di masa pandemi COVID-19 ini pembelajaran jarak jauh untuk Paud dan SD sangat sulit sehingga Kemendikbud menyediakan modul pembelajaran darurat.

Pada pembelajaran ini, tidak dibutuhkan internet sebab guru dapat bekerjasama dengan prangtua untuk memberikan bimbingan belajar di rumah dari lingkungan sekitar.

Artinya, dalam modul pembelajaran darurat ini orangtua akan dibekali cara mengajar dan mendidik anak dari rumah. “Apa yang harus dilakukan orangtau ada di modul ini dan pendidikan anak-anak ini bukan hanya tanggungjawab sekolah dan guru melainkan juga orangtua. Belajar tanpa internet,” pungkasnya.***

Penulis   : Kristina Natalia
Editor     : Yardin Hasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini